Penemuan Mayat

Suaminya Ditemukan Tewas, Abrelia Terus Menangis saat Terima Telepon dari Sanak Keluarga

Seorang Kapala Kamar Mesin Kapal Ikan Tuna KM Adriel 07 ditemukan tak Bernyawa di atas Kapal

Tribun Manado/Christian Wayongkere
Proses evakuasi yang dilakukan polisi polsek Matuari, bagian identifikasi Polres Bitung dan ABK Kapal 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Tangis Abrelia Masihor (35) warga Kelurahan Manembo-Nembo, Kecamatan Matuari Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pecah saat mengetahu kematian suami tercinta Sumiun Baguio (39), Rabu (12/06/2019).

Kabar kematian Sumiun diketahui sekitar pukul 15.15 wita, dimana korban ditemukan oleh Chief Kapal Ikan Tuna KM Adriel 07 meninggal didalam kamar mesin kapal saat sedang mengisi es di dermaga kapal perusahan Ikan PT Mitra Jaya Samudera (MJS) Kelurahan Manembo-Nembo.

Di dermaga sambil menanti proses evakuasi Abrelia terus menitikkan air mata bersama saudara perempuannya yang menggendong putranya.

"Dia suami yang penyayang, sayang kepada anak dan saya istrinya," kata Abrelia.

Tangisnya makin nyaring terdengar kala menerima telpon dari sanak saudara dan menyampaikan musibah yang dialami suami tercinta.

Dari keterangan saksi mata Ruben Daling yang merupakan Chief kapal ikan Tuna KM Adriel 07 disampaikan.

Dirinya dibuat terkejut ketika masuk ke dalam kamar mesin dan melihat korban dalam posisi 'taplaka' (setengah berlutut) di dalam kamar mesin.

Saat proses memasukkan es kedalam palka bagian depan kapal, korban yang merupakan kepala kamar mesin sedang membersihkan beberapa bagian mesin kapal.

"Saya kemudian merasa lapar dan pergi kedapur ambil piring untuk makan, namun tidak jadi makan karena melihat kondisi dapur kapal sepi. Kemudian saya kepikiran mengecek keadaan korban yang berada didalam kamar mesin, ketika dilihat sudah tak bernyawa," ketika Ruben saat memberi keterangan kepada polisi Polsek Matuari di tempat kejadian perkara (TKP).

Sejumlah saksi mata yang notabennya anak buah kapal (ABK) KM Adriel 07, mengetahui peristiwa itu setelah mendengar teriakkan sang chief dari dalam kamar mesin.

"Saat sedang memasukkan es kedalam palka kapal, tiba-tiba mendengar teriakan dari chief. Tolong.. tolong lia akang dulu pa dia," kata Ongen ABK kapal menirikan teriakan sang chief.

Bersama dengan tiga ABK lainnya dari palka kapal, langsung bergegas masuk menuju ke dalam dalam kamar mesin dan mendapati Sumiun yang berstatus kepala kamar mesin sudah tak bernyawa.

Dalam rencana perjalanan pergi melaut, korban baru bergabung dengan KM Adriel 07 yang rencananya akan bertolak ke perairan Makalehi untuk menangkap ikan.

Peristiwa ini langsung mendapat respons dari piket SPKT dan Intel Polres Bitung serta bagian Identifikasi Satreskrim Polres Bitung, mengambil keterangan chief kapal, ABK dan mengevakuasi korban kedalam kantong jenasah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved