Advetorial

Tatong Bara Hadiri Perayaan Halal Bi Halal, Ada Ketupat Yang Tebuat Dari Sepuluh Butir Beras

Wali Kota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara memotong ketupat dan kolipot (nasi bungkus) terbesar rayakan halal bihalal dengan masyarakat

Tatong Bara Hadiri Perayaan Halal Bi Halal, Ada Ketupat Yang Tebuat Dari Sepuluh Butir Beras
Tribun Manado/Alpen Martinus
Wali Kota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara Memperlihatkan Ketupat Dari Sepuluh Butir Beras 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari ini, Rabu (12/06/2019) pemerintah melaksanakan halal bi halal.

Masyarakat pun antusias mendatangi lokasi halal bi halal.

Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Kota Kotamobagu di Lapangan Kelurahan Motoboi Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Pada momen tersebut, Wali Kota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara memotong ketupat dan kolipot (nasi bungkus) terbesar saat rayakan halal bihalal bersama masyarakat.

Wali Kota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara Memperlihatkan Ketupat Dari Sepuluh Butir Beras
Wali Kota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara Memperlihatkan Ketupat Dari Sepuluh Butir Beras (Tribun Manado/Alpen Martinus)

Tampak juga Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya, juga masyarakat Motoboi Kecil.

Wali Kota juga sempat memperlihatkan ketupat terkecil yang dibuat menggunakan sepuluh butir beras.

Baca: Wakil Gubernur Steven Kandouw Ketagihan Ketupat Santan Kelapa

Baca: Inilah Hasil Penilaian Lomba Pasang Lampu 2019

Baca: Lampu Merah Paling Lama Ada di Tangerang, Kendaraan Harus Tunggu 739 Detik

Dalam sambutannya wali kota mengatakan bahwa dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi adanya kesalahpahaman dan ketidaksepahaman di antara kita.

Hal itu baik disengaja maupun yang tidak disengaja, yang kadang kala berdampak pada adanya rasa saling ketersinggungan di antara kita semua.

Wali Kota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara Memperlihatkan Ketupat Dari Sepuluh Butir Beras
Wali Kota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara Memperlihatkan Ketupat Dari Sepuluh Butir Beras (Tribun Manado/Alpen Martinus)

"Momentum puasa itu meleburkan perbedaan politik sebelumnya, ada 225 caleg kota Kotamobagu yang terpilih hanya 25, 10 persennya nya. Belum lagi Pilpres kemarin, kerja keras semua pihak termasuk keamanan polisi dan TNI mampu mengamankan proses politik, yang kemudian sedikit yang tadi kesalahpahaman dan ketidak sepahaman. Alhamdulillah puasa menempa kita untuk menjadi insan- insan yang sadar kemudian bahwa perbedaan itu harus ditinggalkan dan ditanggalkan," jelasnya.

Implementasinya menurut wali kota adalah hari ini tercermin di dalam halal bi halal yang dibalut dalam acara kulipat atau kolipot dan ketupat.

"Harus mampu dan harus kita syukuri momentum ini sebagai satu penyatuan perbedaan dan kesalahpahaman dan ketidak selarasan sebelumnya," jelas dia.

Oleh karena itu, kegiatan silaturahmi dalam bentuk halal bihalal seperti ini bukan hanya sekadar bersentuhan tangan atau memohon maaf belaka.

"Tetapi dibalik itu ada sesuatu yang lebih dan hakiki lagi yakni aspek mental dan keluasan hati kita masing-masing dalam memberi maaf," jelasnya.

Ia menambahkan, kalau minta maaf biasa tapi kalau memberi maaf itu luar biasa."Mudah-mudahan momentum kali ini bukan sekadar berjabat tangan semata," ujar dia. (Amg)

Baca: Update Situng Baru 97%, Identitas Situng sebagai Sumber Informasi Publik Hilang Karena hal Ini!

Baca: Pintu Koalisi Terbuka Lebar untuk Gerindra, Jokowi: Tak Mungkin Bangun Negara Ini Sendirian!

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved