Forum Komunikasi Mahasiswa Maybrat (FORKOMAM) di Sulawesi Utara Melakukan Diskusi Ilmiah

Forum Komunikasi Mahasiswa Maybrat di Sulawesi Utara melakukan diskusi ilmiah

Forum Komunikasi Mahasiswa Maybrat (FORKOMAM) di Sulawesi Utara Melakukan Diskusi Ilmiah
ISTIMEWA
Mahasiswa Maybrat 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Forum Komunikasi Mahasiswa Maybrat (FORKONAM) di Sulawesi Utara melakukan diskusi ilmiah.

Kegiatan diskusi ini mengangkat tema: “Mengenal Kekayaan Ekologi Danau Ayamaru dan Menyikapi Mega proyek Pembendungan Danau Ayamaru” dengan Marten Luter Salossa (Local Initiator of Save Ayamaru Lakes International/SAL ) sebagai pembicara.

Forum Komunikasi Mahasiswa Maybrat
Forum Komunikasi Mahasiswa Maybrat (ISTIMEWA)

Dalam kegiatan seminar ini dihadiri oleh mahasiswa asal suku Maybrat serta simpatisan mahasiswa Papua yang berstudi di Sulawesi Utara dan pemerhati lingkungan lainnya dalam menggali dan menganalisa dari perspektif ilmiah dalam rangka lebih mengenal ekosistem asli pada habitat danau Ayamaru.

Berdasarkan materi yang berjudul ‘Harta Karun yang terlupakan dari danau Ayamaru’ dimana judul tersebut diangkat dari sebuah artikel yang terbit pada bulan Oktober 2014 di majalah terkenal Amazonas di USA oleh pemateri sendiri.

Hal ini ternyata baru disadari kalau selama ini salah satu fauna endemic danau Ayamaru yaitu ikan Pelangi (Melanotaeniaboesemani, Gerry Allen 1982) bahasa Maybrat ‘Sekiak’ telah menjadi ikon daerah yang sudah sangat terkenal bagi penggemar ikan hias air tawar di berbagai mancanegara, namun sampai saat ini masih terlupakan sama sekali oleh masyarakat local sekitar danau Ayamaru dan terutama pemerintah setempat.

Potensi ini yang seharusnya dikembangkan untuk pendapatan masyarakat local di kabupaten Maybrat ataupun untuk pengembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sector pariwisata berbasis ekologi.

Dimana telah kita tahu kalau pada tahun 1989 sampai 1990-an telah terjadi penangkapan liar secara besar-besaran di danau Ayamaru dan mata air sekitarnya.

Banyak dari generasi suku Maybrat yang telah berhasil menamatkan pendidikannya dari tingkat SD,SLTP, SLTA bahkan sampai sarjana dengan hasil penjualan dari ikan tersebut.
Akibat eksploitasi secara besar-besaran dari ikan Pelangi danau Ayamaru telah tercatat pada IUCN RED List yaitu sebagai hewan yang terancam punah.

Dimana setiap bulan sekitar 60.000 ekor jantan ikan Pelangi hilang dari danau Ayamaru pada saat itu.

Sehingga hal ini menjadi perhatian kita bersama untuk melindungi dan menyelamatkan ikan Pelangi danau Ayamaru ‘Sekiak’ dari ancaman kepunahan.

Halaman
123
Editor: Enjelita Sandra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved