Pilpres 2019

Prabowo Minta MK Jadikan Dia Presiden: Ini Contoh Kasus Pilpres Kenya-Austria

Prabowo Subianto meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkannya sebagai Presiden RI 2019-2024 serta Sandiaga Uno sebagai wakilnya.

Prabowo Minta MK Jadikan Dia Presiden: Ini Contoh Kasus Pilpres Kenya-Austria
instagram.com/prabowo
Prabowo Subianto berangkat ke Luar Negeri (Dubai) 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Prabowo Subianto meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkannya sebagai Presiden RI 2019-2024 serta Sandiaga Uno sebagai wakilnya.

Ia meminta MK tidak ragu dan takut atas tekanan yang ada. Tim hukumnya menyodorkan pengalaman berbagai negara, dari Kenya hingga Austria.

Berdasarkan dokumen perbaikan permohonan, Selasa (12/6/2019), tim Prabowo mengutip konstitusi Kenya. Pasal 140 ayat 1 Konstitusi Kenya.

Salah satu kasus yang diambil adalah Pemilu Kenya 2017.

"Dalam kasus tersebut, Mahkamah Agung Kenya membatalkan hasil Pemilihan Presiden Kenya dan memerintahkan untuk mengadakan pemilihan ulang secara nasional," ujar gugatan yang ditandatangani Bambang Widjajanto itu.

Prabowo juga mengutip Pasal 141 ayat 1 poin A Konstitusi Austria. Kasus yang dicontohkan yaitu Pilpres Austria 2016 antara Alexander Van der Ballen vs Norbert Hofer. Hofer menggugat ke MK Austria dengan alasan adanya kecurangan.

"MK Austria menyatakan pemilihan umum yang dilaksanakan di bulan Mei 2016 tidak konstitusional dan memerintahkan KPU Austria untuk melaksanakan pemilihan ulang," kata BW seperti dikutip di halaman 76 pada berkas permohonan gugatan.

Konstitusi Maladewa juga dirujuk oleh Prabowo, yaitu Pasal 113 Konstitusi Maladewa.

Prabowo lalu mencontohkan kasus Pilpres Maladewa pada 7 September 2013.

Dalam pilpres itu diikuti 4 kandidat tapi tidak ada yang mendapatkan suara mayoritas sehingga digelar lagi putaran kedua.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved