Berita Manado

Kisah Fotografer Jembatan Soekarno, Awal Sepak Terjangnya Raup Rp 1 Juta per Hari

Bermodalkan kamera DSLR dan printer portable, Anto (35), memilih menjadi fotografer guna mencukupi kebutuhan keluarganya.

Kisah Fotografer Jembatan Soekarno, Awal Sepak Terjangnya Raup Rp 1 Juta per Hari
TRIBUNMANADO
Banyak warga yang datang dan berfoto-foto di atas Jembatan Soekarno. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bermodalkan kamera DSLR dan printer portable, Anto (35), memilih menjadi fotografer guna mencukupi kebutuhan keluarganya.

Anto berdomisili Manado yang tinggal tidak begitu jauh dari Jembatan Soekarno Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Diwawancarai pada Senin (10/06/2019) kemarin, Anto yang telah menikah dianugerahi bayi yang baru berusia 8 bulan.

Anto tidak sempat Lebaran ke kampung halamannya di Gorontalo.

Hanya orang tuanya dan istri bersama buah hatinya saja yang Lebaran di kampung halaman.

Anto memilih Jembatan Soekarno dikarenakan dekat dengan rumahnya yang berada di Tuna B, Kecamatan Singkil, Manado.

Kisah Fotografer Jembatan Soekarno, Awal Sepak Terjangnya Raup Rp 1 Juta per Hari
Kisah Fotografer Jembatan Soekarno, Awal Sepak Terjangnya Raup Rp 1 Juta per Hari (TRIBUN MANADO/DIO)

Anto telah berada di Jembatan Soekarno sejak 16.00 Wita dengan ditemani motor kesayangannya.

Anto mengatakan, saat diwawancarai, baru berhasil menjual 5 lembar foto.

"Hari ini tidak begitu ramai, dikarenakan baru selesainya libur Lebaran" ujar Anto.

Anto juga mengatakan, ada suka maupun duka dalam profesinya itu.

Halaman
123
Penulis: David Lalujan
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved