Ekonomi dan Bisnis

Cerita Penjual Produk Olahan Ikan Cakalang, Berjualan dari Pagi Hingga Larut Malam

Selain jual dalam bentuk ikan yang sudah di jepit pakai Bambu dan diolah sedemikian rupa, Ada juga yang diolah menjadi sambel dan cakalang suir (pampi

Cerita Penjual Produk Olahan Ikan Cakalang, Berjualan dari Pagi Hingga Larut Malam
Tribun manado/reporter online
Ibu Elly Pinontoan dan Ibu Lulu penjual Produk Olahan Ikan Cakalang Fufu 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Makanan khas Sulawesi Utara Cakalang Fufu (Ikan Tongkol) yang dipanggang, pasti sudah tak asing lagi ditelinga masyarakat banyak. Ikan Tongkol yang biasanya diolah menjadi ikan fufu ini, bisa juga dijadikan oleh-oleh khas Manado.

Selain jual dalam bentuk ikan yang sudah di jepit pakai Bambu dan diolah sedemikian rupa, Ada juga yang diolah menjadi sambel dan cakalang suir (pampis).

Sayangnya untuk tahun ini penjualan ikan "fufu" berkurang peminatnya. Hal ini dikatakan langsung oleh salah seorang penjual ikan fufu di Jalan Ahmmad Yani Sario, Manado.

" Tahun ini penjualan kami menurun, tapi bukan berarti nda laku. Berbeda dengan tahun sebelumnya. Jualannya ramai lancar, sehingga pendapatan pun berkecukupan," tutur Ibu Luluh pedagang Ikan Fufu.

Bahkan di lebaran tahun ini kurang peminat. " Contohnya Di lebaran baru-baru ini. Biasanya kalau tahun lalu banyak pesanan untuk dibawah keluar daerah via pesawat. Tapi sekarang memang sepi pembeli," ungkap Elly Pinontoan.

BERITA POPULER

Baca: Kakek Buyut Maruf Amin Gegerkan Tanah Arab, Kondisi Jasad Masih Utuh setelah Makam Dibongkar

Baca: Kisah Kelam Sosok Penyumbang 28 Kg Emas Monas, Berjuang untuk Negara Tapi Dituduh Antek PKI

Baca: Soeharto Ramalkan Nasib Indonesia pada Abad ke-21, Sosok Ini Benarkan Ramalan Sang Petahana 32 Tahun

Pedagang yang setia berjualan dari pagi jam 06:00WITA - 21:00WITA mengaku kecewa. Bertanya-tanya apakah sudah kurang peminat cakalang fufu sekarang ini.

" Kami jauh-jauh dari Bitung datang jualan disini. Hampir semua penjual disini dari Bitung. Tepatnya dari Girian Bawah. Tempat pengolahan pun sama-sama. Bahkan kita juga tinggal sekompleks. Jadi memang sedikit kecewa apa bila jualan menurun. Tapi tetap bersyukur meskipun tak seberapa, Masih ada yang terjual," jelas Ibu Elly.

Mereka berjualan sudah 17 tahun lamanya. " Kalau dulu biasa kita bawa stok ikan dari bitung 60 ikan fufu, habis sampai malam. Tapi sekarang 20 saja, mujur-mujuran kalo habis," tandas Ibu Luluh kepada tribunmanado.co.id sore tadi (10/05). (Ano).

Follow Instagram Tribun Manado

Subscribe Kanal Youtube Tribun Manado:

Penulis: Reporter Online
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved