Berita Viral

Viral Facebook, Seorang Wanita Meninggal Pendarahan Setelah Melahirkan, Ini Tanggapan PMI Tomohon

unggahan akun Facebook Agustin Kalalo terkait meninggalnya keponakannya bernama Diana Kalalo.

Viral Facebook, Seorang Wanita Meninggal Pendarahan Setelah Melahirkan, Ini Tanggapan PMI Tomohon
Celebesmedia
Ilustrasi Jenazah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - UTD Palang Merah Indonesia (PMI) Tomohon memberi tanggapan soal wanita melahirkan meninggal dunia karena tak terlayani permintaan darah.

Diketahui, unggahan akun Facebook Agustin Kalalo terkait meninggalnya keponakannya bernama Diana Kalalo.

Diana Kalalo meninggal karena pendarahan pascamelahirkan.

Barly Wowor, petugas UTD Tomohon mengatakan, pihaknya siap menghadapi jika diperkarakan terkait kasus meninggalnya ibu melahirkan tersebut.

Katanya, keluarga pasien datang hanya membawa formulir permintaan dan sampel.

"Bilang sudah perlu sekali darah. Kemudian ditolak karenba stok tak tersedia," katanya.

Pihaknya pun mengarahkan keluarga korban untuk mengambil darah PMI Manado tapi ditolak.

"Mereka dua kali datang bawa pendonor tapi satu kantong terlambat karena pasien meninggal," bebernya

Baca: 4 Artis Berwajah Indonesia Ini Ternyata Berdarah Blasteran Lho!

Baca: 6 Artis Indonesia Blasteran yang Jadi Mualaf, Tiga Orang Ternyata Miliki Darah Manado

Baca: 4 Artis Indonesia ini Ganti Nama Setelah Pindah Agama

 

Baca: Terciduk saat Berselingkuh, Pria (45) Dihabisi Anak Sendiri, 3 Tikaman Akhiri Hidup Sang Ayah

Baca: Kisah Soeharto Ditinggal Orang-orang Kepercayaannya, Hanya Satu Menteri Paling Setia Bertahan

Baca: Viral Video, Warga Dapat Uang Hasil Gali Tanah, Diduga Milik korban Bencana Palu, Jumlahnya Segini

"Seharusnya pihak rumah sakit suruh keluarga persiapkan darah sebelum bertindak, baik itu mau operasi maupun melahirkan biasa. Itu sesuai protap," katanya.

Dia menyebut setiap darah yang didonorkan masih perlu pemeriksaan. 

Halaman
123
Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved