MTPJ 10 Juni 2019 Hari Raya Pentakosta 2

Pria Kaum Bapa Pelopor Rumah Injil

Kita bersyukur kepada Allah yang telah mencurahkan Roh Kudus bagi kita, yang senantiasa memelihara kehidupan umat-Nya di segala zaman

Pria Kaum Bapa Pelopor Rumah Injil
WWW.THOUGHTCO.COM
Renungan 

TEMA  : “Pria/Kaum Bapa Pelopor Rumah Injil”
BACAAN ALKITAB: Kisah Para Rasul 13:4-12

Saudara-suadara yang dikasihi Tuhan,

Kita bersyukur kepada Allah yang telah mencurahkan Roh Kudus bagi kita, yang senantiasa memelihara kehidupan umat-Nya di segala zaman. Hari ini kita bersyukur untuk perayaan Hari Pentakosta ke-2, yang bagi warga GMIM memperingati Hari Persatuan Pria/Kaum Bapa GMIM. Dalam syukur ini kita diantar untuk merenungkan bersama cerita pelayanan Rasul Paulus, menurut  Kisah Para Rasul 13:4-12.

Kitab Kisah Para Rasul merupakan tulisan Lukas sebagai sebuah catatan historis tentang bagaimana gereja hadir di tengah dunia, jemaat Kristen mula-mula terbentuk melalui pelayanan para rasul.

Setelah Roh Kudus memanggil dan mengutus Saulus dan Barnabas dalam pelayanan, maka oleh Roh Kudus mengutus  mereka  untuk melayani di Siprus. Mereka berangkat menuju ke Seleukia, pelabuhan di Antiokhia di sana mereka dengan mudah akan mendapatkan kapal untuk berlayar menuju daerah Siprus.

Siprus merupakan daerah asal dari Barnabas. Ketika tiba di kota Salamis, Paulus dan Barnabas memberitakan firman Allah di rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Mereka dibantu oleh seorang yang benama Yohanes. Setelah melakukan pemberitaan di Salamis, mereka menuju ke Pafos, kira-kira 130 km dari Salamis.

Ada dua tokoh baru yang diperkenalkan kemudian, yaitu Sergius Paulus yang adalah gubernur di sana, dan seorang bernama Baryesus atau Elimas yang adalah seorang ahli sihir dan nabi palsu, dia disebut sebagai kawan gubernur, maksudnya ialah dia tinggal di sekitar gubernuran.

Sergius Paulus nampaknya adalah orang yang religius, terlihat dari bagaimana dia menempatkan Elimas di sekitarnya untuk mendengarkan pengajaran-peng-ajaran. Namun ketika dia mendengar tentang dua orang yang sedang memberitakan tentang ajaran keagamaan yang baru bagi Sergius sendiri.

Dia pun dengan tulus hendak belajar dan mengenal tentang Injil keselamatan Yesus Kristus, tetapi Elimas tidak tinggal diam, tentu ia merasa terancam jika Sergius lebih memilih untuk menjadi percaya lewat Injil yang diberitakan Paulus. Sehingga Elimas berusaha untuk menghalang-halangi dan menghambat relasi yang hendak terjalin antara Paulus dan Sergius. Suatu hal yang membedakan Paulus dan Elimas ialah Paulus penuh dengan Roh Kudus.

Ia dipanggil dan diutus oleh Roh Kudus maka Roh Kudus pula yang berdiam di dalam dia yang memampukan ia untuk memberitakan Injil Yesus Kristus, hal tersebut tidak dimiliki oleh Elimas sebagai nabi palsu. Paulus penuh dengan Roh Kudus, sedangkan Elimas penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan.

Halaman
12
Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved