Lebaran 2019

Cerita Pegawai Pertamina di Perbatasan Utara Indonesia, Idulfitri Tetap Bekerja

Wahyu Hidayat untuk tetap berada di lokasi Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut.

Cerita Pegawai Pertamina di Perbatasan Utara Indonesia, Idulfitri Tetap Bekerja
Istimewa/Pertamina MOR VII Sulawesi
Petugas Pertamina di Terminal Bahan Bakar (TBBM) Tahuna. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Alunan gema takbir, tahlil, dan tahmid yang mengumandang seiring dengan datangnya hari Raya Idulfitri.

Hal itu tak menyurutkan Wahyu Hidayat untuk tetap berada di lokasi Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut.

Di salah satu lokasi TBBM pulau terluar Indonesia itu lelaki berusia 26 tahun ini dengan setia tetap bekerja di hari lebaran.

Fajar pagi yang menyingsing pada 1 Syawal 1440 Hijriah, Wahyu pun tetap bekerja seperti biasa guna memastikan Terminal BBM tempat dia bekerja beroperasi dalam menyalurkan beragam jenis produk Pertamina.

Mulai dari Premium, Biosolar, Pertamax, dan Minyak Tanah untuk melayani 2 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), 2 SPBU Kompak, 1 SPBU Nelayan, pelayanan BBM untuk kapal (bunker service), PT PLN untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) serta beberapa agen minyak tanah.

Petugas Pertamina di Terminal Bahan Bakar (TBBM) Tahuna.
Petugas Pertamina di Terminal Bahan Bakar (TBBM) Tahuna. (Istimewa/Pertamina MOR VII Sulawesi)

Bahkan, untuk kali pertama, Wahyu yang baru diangkat menjadi pegawai Pertamina 2 bulan lalu itu tidak mengagendakan mudik ke kampung halamannya di Cilacap, Jawa Tengah.

"Ini kali pertama saya tidak merayakan Lebaran bersama keluarga dan berada di sebuah pulau yang sudah dekat dengan Filipina," ujar lajang yang berstatus sebagai Junior Supervisor Sales Service and General Affairs TBBM Tahuna.

Meski demikian, putra pertama pasangan Rubito Sukarso dan Sukesih ini mengaku senang bisa menjadi bagian pekerja Pertamina yang dalam Idul Fitri ini tetap bekerja normal guna memenuhi kebutuhan energi bagi masyarakat.

"InsyaAllah saya ikhlas sekaligus bangga, ini bentuk tanggung jawab saya sebagai pekerja Pertamina yang berada di ujung perbatasan," ujar pria lulusan teknik mesin Politeknik Negeri Cilacap ini.

Wahyu hanyalah salah satu potret pegawai Pertamina yang tak mengenal libur meski Lebaran tiba.

Menurut Hatim Ilwan, Unit Manager Communication and CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII memasuki 2 minggu sebelum hingga sesudah Lebaran, Pertamina menginstruksikan kepada seluruh pekerja fungsi operasi di lingkungan MOR VII Sulawesi untuk stand by dan tidak mengambil cuti.

"Pekerja tersebut masuk dalam tim Satgas RAFI (Ramadhan & Idul Fitri)," ujarnya.

Satgas RAFI Pertamina MOR VII merupakan satuan tugas khusus yang dibentuk untuk mengantisipasi adanya peningkatan kebutuhan energi serta memantau ketersediaan BBM dan LPG se-Sulawesi selama periode 2 minggu sebelum dan setelah Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

"Tugasnya memantau langsung kondisi kebutuhan BBM dan LPG di lapangan, kemudian mempersiapkan laporan ketersediaan stok BBM dan LPG yang ada di fasilitas distribusi Pertamina secara aktual," ujarnya. (Ndo)

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved