Puasa Syawal

Boleh Tidak Niat Menggabungkan Puasa Senin Kamis dan Puasa Syawal? Simak Penjelasannya

Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dapat ditunaikan selama 6 hari di bulan Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri.

NU.OR.ID
Ilustrasi 

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133)

Nabi Musa AS berkata:

وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَى

“Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku).” (QS. Thaha: 84)

Dan, Anda harus cepat berpuasa enam hari ini, karena menunda dapat menyebabkan masalah.

Ini adalah pandangan para Syafii dan beberapa Hambali, tetapi tidak apa-apa jika Anda tidak mempercepatnya dan Anda menunda sampai pertengahan atau akhir bulan.

Imam Nawawi r.a. berkata

“Menurut ulama Syafi’iyah, puasa enam hari di bulan Syawal disunnahkan berdasarkan hadits di atas.

Disunnahkan melakukannya secara berturut-turut di awal Syawal.

Jika tidak berturut-turut atau tidak dilakukan di awal Syawal, maka itu boleh.

Seperti itu sudah dinamakan melakukan puasa Syawal sesuai yang dianjurkan dalam hadits.

Sunnah ini tidak diperselisihkan di antara ulama Syafi’iyah, begitu pula hal ini menjadi pendapat Imam Ahmad dan Daud.” (Al-Majmu’, 6: 276)

(Tribunnews.com/Fitriana Andriyani)

Baca: Bentrok Malam Takbiran Antar Desa, 1 Tewas dan 4 Kritis, Begini Kronologinya

Baca: MASIH BERLANSUNG Babak Ke 2 Live Streaming Merlion Cup 2019 Thailand vs Indonesia, Skor (2-1)

Baca: Rekor Pencetak Gol Terbanyak Christiano Ronaldo Kalah dari Bomber Iran Ali Daei 109 Gol

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bolehkah Berniat Ganda Menggabungkan Puasa Syawal dan Puasa Senin-Kamis?.

Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved