Ribuan Botol Lampu Dipakai Untuk Tradisi Monuntul

Untuk menjadi yang terbaik dalam pesona monuntul, setiap desa dan kelurahan di Kota Kotamobagu berusaha sebaik mungkin untuk menghadirkan kreasi

Ribuan Botol Lampu Dipakai Untuk Tradisi Monuntul
istimewa
Tradisi Monuntul di Kotamobagu 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Untuk menjadi yang terbaik dalam pesona monuntul, setiap desa dan kelurahan di Kota Kotamobagu berusaha sebaik mungkin untuk menghadirkan kreasi lampu botol.

Namun itu semua membutuhkan lampu botol dengan jumlah yang tidak sedikit.

Di kelurahan Mogolaing mereka menggunakan sekitar 5 ribu lampu botol.

"Monuntul ini bukan sekadar saja, namun susah menjadi adat, meski dalam agama bukan suatu kewajiban," jelas Jamil Mokodompit korlap lomba monuntul Kelurahan Mogolaing.

Namun tiga malam sebelum nIdul Fitri bisanya monuntul selalu dilakukan.

Pemasangan lampu botol tuntul atau monuntul
Pemasangan lampu botol tuntul atau monuntul (Tribun Manado/Alpen Martinus)

Baca: Biografi Ani Yudhoyono, Pemberian Nama Kristiani Herrawati Hingga Hembuskan Napas Terakhir

Baca: Diputusin Cinta Laura, Mantan Pacar Unggah Foto Vulgar di Instagram, Herdiana : Itu Editan

Baca: Kembali Perkuat Timnas Argentina, Lionel Messi: Saya Ingin Pensiun dengan Memenangi Sesuatu

"Harus diadakan pemasangan lampu tuntul untuk memeriahkan Idul Fitri," jelasnya.

Dulu menurutnya, monuntul dilakukan noleh orang tua untuk menerangi jalan supaya terang, dan warga bisa berjalan menuju masjid.

Lapangan Mogolaing kini sangat indah dengan banyaknya lampu botol.

"Kami pakai lima ribu lampu botol, namun kendalanya minyak tanah, makanya kami campur minyak tanah dan solar," katanya.

Satu hari bisa menghabiskan 20 jirigen minyak tanah dan solar."Solar 15 jirigen dan 5 jirigen minyak tanah," kata dia.

Halaman
123
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved