Komunitas

Komunitas Pojok Pintar Ajak Kaleb Baca Buku

Sebagaimana tujuan utama dari komunitas Pojok Pintar Membaca Buku Gratis Belum Ada Nama, yaitu edukasi kepada masyarakat agar bisa minat lagi membaca

Komunitas Pojok Pintar Ajak Kaleb Baca Buku
Istimewa
Komunitas Pojok Pintar Membaca Buku Gratis Belum Ada Nama 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebagaimana tujuan utama dari komunitas Pojok Pintar Membaca Buku Gratis Belum Ada Nama, yaitu edukasi kepada masyarakat agar bisa minat lagi membaca buku diterapkan atau di aplikasikan ke dunia pendidikan.

Ini yang dilakukan Chira Ginting ketua komunitas, yang‎ mengaplikasikan kepada komunitas Kaleb atau Komunitas Tuli Peduli Kota Bitung agar mereka bisa baca buku.

"Responsnya mereka mau. Dengan aplikasi atau penerapan pojok pintar baca buku yang kami berikan, perkembangan terus diamati, aktifnya mereka baca buka dilihat dari chat media sosial, dan status di media sosial cenderung ada perubahan dan peningkatan dengan pola 'memaksakan' mereka baca buku," tutur Chira kepada Tribunmanado.co.id.

Lanjut Chira upaya komunitas untuk menggiatkan dan bangkitkan lagi niat baca buku masyarakat terus dilakukan, sambil memasang cari masyarakat, ingin juga cari ruang publik yang gratis untuk lokasi pojok pintar baca buku gratis.

Komunitas Pojok Pintar Membaca Buku Gratis Belum Ada Nama
Komunitas Pojok Pintar Membaca Buku Gratis Belum Ada Nama (Istimewa)

Dijelaskannya, mengapa saat ini eksis di sejumlah Cafe, pihaknya ingin mencoba dengan suasana seperti di Cafe tapi bisa baca buku di cafe.

Penyiapan tempat oleh anggota yang kebetulan punya usaha cafe atau sistem Nomaden berpindah-pindah.

"Saya suka semua buka pelajaran dan seni.. Alasannya ada yang bisa di aplikasikan," tambahnya.

Dirinya punya pengalaman pribadi tentang membaca buku, jika sampaikan sesuatu harus ada dasar yang kuat. Saat orang tanya apa yang kita sampaikan, tau dari mana? Semuanya dijawab dengan bertanggung jawab menyampaikan tau dari baca buku.

Melalui baca buku bisa diskusi, bangun hubungan hingga sharing-sharing tentang objek dalam buku itu.

"Percaya apa yang kita baca, karena dengan aktifitas sebagai seorang guru kalau mengajar kepada anak, reverensinya tidak hanya ke media eletronik harus baca," urai tenaga pengajar di sekolah generasi Bintang TK, SD dan SMP.

Kiki sekretaris komunitas menambahkan menghadapi dinamika dan lika liku komunitas ini bisa dilalui dengan maksimal hingga setahun lebih keberadaan komunitas.

"Awalnya sudah komitmen bahwa ini kerja sosial dengan tidak ada imbalan. Kami tetap konsisten sejak awal tidak hitung-hitungan membesarkan komunitas, ditengah kesibukan masing-masing, kesiapan diri dan hati," kata Kiki. (crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved