Gubernur Olly Ungkap Mafia Sembako: Awasi Truk Sembako hingga Gratiskan Tol Bitung

Jalan Tol Manado-Bitung dibuka kembali untuk umum. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggratiskan mereka

Gubernur Olly Ungkap Mafia Sembako: Awasi Truk Sembako hingga Gratiskan Tol Bitung
TRIBUNMANADO/FERDINAND RANTI
Olly Dondokambey Buka Puasa Bersama Masyarakat di Megamass Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADOJalan Tol Manado-Bitung dibuka kembali untuk umum. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggratiskan mereka yang mudik lewat tol.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mengatakan, tol dibuka agar bisa membantu kelancaran arus mudik.

"Pemprov sudah koordinasi, selain kesedian angkutan Lebaran, kita koordinasi dengan Balai Jalan buka jalan tol untuk mudik Lebaran. Kita lakukan seperti lalu saat mau Natal," kata dia saat Ngabuburit dan Buka Puasa ODSK di Kawasan Megamas Manado, Sabtu (26/5/2019) malam.

Gubernur mengatakan, penggunaan tol masih gratis. "Manado-Bitung kita buka, manfaatkan jalan tol ini gratis," kata dia. Jalur tol yang dibuka, kata Gubernur, dari pintu tol Airmadidi sampai Bitung. Saat arus balik pun bisa dimanfaafkan juga.

Baca: TKD Jokowi Maaruf Anggap Kubu 02 Paham UU, Cuma Tak Mau Akui Saja

"Banyak hal dilakukan supaya masyarakat merasakan kehadiran pemerintah," kata dia.

Pemprov juga sudah memantu harga barang dan bahan jelang hari raya. Gubernur Olly mengatakan, Pemprov berkoordinasi dalam rangka Idulfitri dengan Bank Indonesia dan kepolisian.

Tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sudah mengadakan rapat bersama mengantisipasi kenaikan.

Tim TPID fokus pada strategi 4K, yakni keterjangkuan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran diatribusi dan komunikasi efektif. "4K jadi kesepakatan dalam rangka menjaga harga dam inflasi supaya betul -betul kita jaga," ujar Gubernur.

Misalnya jika ada kenaikan harga, maka pemerintah menggelar operasi pasar murah, biasanya untuk bahan sembako. Bumbu dapur pun kerap kali diintervensi harganya dengan strategi pasokan.

Gubernur mencontohkan, harga cabai naik sampai Rp 75 ribu bahkan Rp 100 ribu per kilogram. "Maka kita bawa rica (cabai) dari Surabaya, pengalaman seperti itu. Saya beli bahan pokok di Surabaya atau Makassar kerja sama dengan TNI AU. Pakai pesawat Herkules," kata dia.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved