Aksi 22 Mei

Data Kominfo, Ada 30 Kabar Hoaks Dibuat Pada 22 Mei

Selama kerusuhan 22 Mei 2019 Kominfo menemukan ada 30 kabar bohong atau hoaks yang dibuat.

Data Kominfo, Ada 30 Kabar Hoaks Dibuat Pada 22 Mei
Warta Kota/henry lopulalan
Warta Kota/henry lopulalan Para tersangka pelaku kericuhan dalam aksi 22 Mei dihadirkan dalam rilis di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/5/2019). Selain menangkap sejumlah tersangka, Polisi juga mengamankan satu buah ambulan yang diduga disalahgunakan untuk membawa batu. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Selama kerusuhan 22 Mei 2019 Kominfo menemukan ada 30 kabar bohong atau hoaks yang dibuat.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan.

Dia mengatakan, hoaks itu tersebar di semua media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter. 

"Hoaks ini disebarkan lewat 1932 url. Ada di FB dan Instagram, ada di Twitter. Di Facebook ada 450 hoaks url, Instagram ada 551, di Twitter 784 url dan juga ada di LinkedIn itu semua kita pantau," kata Samuel di Media Center Kemenkopolhukam, Sabtu (25/5/2019). 

Baca: Perawan Dua Gadis 15 Tahun Dijual Setara dengan Harga 2 Unit Mobil Sigra Plus Honda CB150R ExMotion

Baca: Mama Sibuk Main dengan Bos, Anak Tewas Terpanggang & Ibu Muda Berhubungan Intim Sama Anak 4 Tahun

Baca: Video Viral Siswa Berkelahi di Sulut Jadi Pembahasan Khusus DPRD dan Dinas Pendidikan

Samuel mengatakan, Kominfo mengawasi penyebaran hoaks serta meminta oknum yang membuat berita hoaks segera menurunkan berita tersebut. 

"Jadi yang sekarang masih menyebarkan hoaks, saya mohon diturunkan, kalau tidak kami lakukan penegakan hukum," ujarnya. 

Tak hanya itu, Samuel mengatakan, dari pemantauan Kominfo, sejak 21 Mei 2019 media sosial tidak kondusif. 

Oleh karena itu, pada tanggal 22 Mei pada pukul 11.00 WIB terjadi pembatasan akses media sosial. 

Baca: VIDEO LUCU Katanya Gengster, Anggota Geng Motor Menangis Ketakutan Setelah Tertangkap, Ini Videonya!

Baca: Pasca Penetapan Pemilu, Begini Kata Saksi Paslon 02

"Pembatasan dilakukan pada tanggal 22 Mei jam 11 siang, efektif dilakukan jam 1. Batasannya adalah masyarakat tidak bisa men-download video maupun gambar," tuturnya. 

Selanjutnya, Samuel mengatakan, pihaknya telah melakukan normalisasi penggunaan media sosial, Sabtu (25/5) pukul 13.00. 

"Kami menjalankan normalisasi pada jam 1 sampai 3 siang sudah bisa digunakan batasannya jam 3 semua nya sudah bisa digunakan normal kembali," pungkasnya. (Tribunnews.com)

 Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kominfo Klaim Ada 30 Kabar Hoaks Selama Rusuh 22 Mei

Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved