Opini

Manuver Pesawat Rongsokan Israel

Israel mengerahkan semua kekuatan untuk berperang dengan Mesir. Kehadiran pesawat-pesawat spitfire terbukti memang sangat membantu.

Manuver Pesawat Rongsokan Israel
Facebook
Jannus T Holomoan Siahaan 

Oleh Dr Jannus TH Siahaan

Tanggal 2 Mei 1948, 12 hari menjelang deklarasi pembentukan negara Israel, lima negara Arab siap menginvasi embrio negara baru tersebut dari semua penjuru.

Artinya, sekitar 600 ribu orang Yahudi akan berhadapan dengan 50 juta tetangga Arabnya, sebuah relasi konfliktual yang sangat tidak imbang.

Israel sama sekali belum punya pesawat, apalagi angkatan udara, hanya beberapa pesawat bekas dan jelek yang menjadi awal dari Haganah, yang sebenarnya tak banyak berarti.

Kemudian, beberapa pilot bekas perang dunia kedua dari beberapa negara menyatakan kesediaan untuk menjadi sukarelawan.

Lou Lenart dan Coleman Goldstein adalah dua orang pertama yang menerbangkan dua buah pesawat butut, bekas perang dunia kedua.

Pesawat dari Brindisi Italia itu didaratkannya di Netanyahu, dataran berumput di tepi laut yang kemudian menjadi salah satu bandar Udara Israel.

Baca: VIRAL VIDEO Perkelahian Pelajar, Siswi dan Siswa Baku Hantam, Rok Terangkat hingga Teriak Nama Levi

Baca: Deretan Foto Anggota Brimob Ganteng Viral Dikira Polisi Impor Asal China, Sudah Punya Pasangan?

Baca: Fakta Sidang Perceraian Nikita Mirzani dan Dipo Latief, Pengacara Sebut Dipo Tak Akui Menikahi Niki

Konon, menurut catatan sejarah, itulah yang kemudian menjadi awal sejarah angkatan udara Israel.

Pada tanggal 14 Mei 1948, dalam sebuah forum elit Israel Ben Gurion bertanya kepada petinggi Haganah yang tak memiliki pesawat tempur, bagaimana peluang Israel jika deklarasi pendirian negaranya dinyatakan segera.

Jawaban sang komandan adalah 50:50.

Halaman
1234
Editor: Sigit Sugiharto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved