Gugatan Prabowo: Waspadai Skenario Menekan MK, Begini Penjelasan Dosen Unsrat

Ferry Liando, pengamat politik dari Unsrat menanggapi langkah capres-cawapres nomor urut 01, Prabowo-Sandiaga

Gugatan Prabowo: Waspadai Skenario Menekan MK, Begini Penjelasan Dosen Unsrat
Tribunnews/JEPRIMA
Suasana luar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ferry Liando, pengamat politik dari Unsrat menanggapi langkah capres-cawapres nomor urut 01, Prabowo-Sandiaga akan mengajukan sengketa hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Prabowo sudah punya pengalaman sebelumnya ketika Pemilu 2014. Gugatannya ditolak MK. Betapa penting bukti untuk mendukung klaim kecurangan seperti yang ditudingkan.

Bukti-bukti yang jarus dipersiapkan Prabowo adalah tindakan-tindakan para pihak yang menyebabkan hilangnya suara Prabowo yang menyebabkan ia kalah.
Prabowo harus membuktikan di tempat pemungutan suara (TPS) mana suaranya hilang.

Harus menyakinkan MK di suatu tempat telah secara nyata terjadi pelanggaran yang menyebabkan suara hilang.

Sidang ini harus dimanfaaatkan oleh Prabowo dalam dua hal.

Pertama untuk membuktikan telah terjadi kecurangan sehingga menyebabakan berkurangnya suara Prabowo.
Kedua, Prabowo harus berjuang bahwa ketika akhirnya terjadi pemungutan suara ulang karena memang benar terjadi kecurangan, jumlah suara akan berbalik dengan suara Jokowi.

Atau paling tidak dengan hasil PSU, suara Prabowo lebih unggul dari Jokowi.

Meski terjadi PSU, namun keadaan tidak berbalik maka gugatan sengketa hasil di MK akan sia-sia. Kalau saat ini, selisih suara Jokowi dan Prabowo hampir 17 juta suara, maka Prabowo harus berusaha mendapatkan suara sebanyak itu untuk mengubah keadaan.

Jadi membuktikan apakah benar terjadi kehilangan suara sebanyak 17 juta tidaklah mudah. Ketimbang berharap hasil di MK, justru yang patut diduga ada upaya untuk memperlambat penetapan dengan cara menggugat ke MK.

Sebab sesuai UU 7 2017 tentang pemilu, jika tidak ada langkah gugatan ke MK, maka hasil pemilu ditunda penetapannya. Jika akhirnya berproses di MK maka putusan MK kemungkinan akan dilakukan pada 28 Juni 2019.

Baca: Tokoh GMIM-KWI-MUI Tanggapi People Power: Ini Imbau Mereka

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved