Begini Besaran Dividen yang Dibagikan Kalbe Farma

PT Kalbe Farma (KLBF) akan menebar dividen dari laba bersih yang diperoleh tahun lalu, dengan total nilai Rp 1,22 triliun.

Begini Besaran Dividen yang Dibagikan Kalbe Farma
kontan.co.id
Mata uang rupiah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Kalbe Farma (KLBF) akan menebar dividen dari laba bersih yang diperoleh tahun lalu, dengan total nilai Rp 1,22 triliun. Keuntungan saham yang dibagikan ini setara 50% dari laba bersih KLBF di tahun lalu.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan KLBF Bernadus Karmin Winata menjelaskan, pembagian dividen merupakan komitmen untuk memberi hasil yang optimal bagi pemegang saham.

“Walaupun kondisi pasar cukup menantang tahun ini, KLBF tetap optimistis akan potensi pertumbuhan di masa mendatang,” jelas dia melalui keterangan tertulis, Selasa (22/5).

Baca: Produk Turunan Kelapa Masih tetap Dominan Ekspor Nonmigas Sulut

Pemegang saham KLBF akan menerima dividen Rp 26 per saham. Berdasarkan harga KLBF kemarin di Rp 1.325, maka investor bisa menikmati yield dividen 1,96%.

Pembagian dividen tahun ini lebih besar dibandingkan tahun kemarin. Pada 2018 KLBF sepakat membagi dividen tunai Rp 1,17 triliun atau setara Rp 25 per saham.

Pemegang saham sudah menyetujui nilai pembagian dividen kali ini pada rapat umum pemegang saham (RUPS) kemarin. Bernandus menjelaskan, KLBF berupaya mempertahankan kebijakan membagikan dividen sekitar 45%-55% dari laba bersih di periode mendatang.

Menilik laporan keuangan pada 2018, KLBF berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 2,2% year on year menjadi Rp 2,45 triliun. Kenakan ini ditopang pertumbuhan penjualan dan pengendalian biaya pemasaran.

Sedangkan penjualan KLBF tercatat naik 4,4% jadi Rp 21,07 triliun. Pertumbuhan penjualan sepanjang 2018 didukung pendapatan bisnis obat resep yang naik 2,8% menjadi Rp 4,8 miliar. Kontribusi segmen ini 22,9% dari total penjualan KLBF di 2018.

Untuk tahun ini, manajemen Kalbe pernah menyebutkan, akan mempertahankan target pertumbuhan penjualan bersih 6%-8%, begitu juga dengan laba. Sedangkan anggaran belanja modal sekitar Rp 1,5 triliun-Rp 2 triliun untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi.

Baca: Menjaring Saham Pembagi Dividen

Selain membagikan dividen, Kalbe Farma berencana memindahkan pabrik anak usahanya, PT Bintang Toedjo, dari Pulomas. Alasannya, Pulomas kini bukan kawasan industri lagi. "Pabriknya akan dipindah ke Cikarang," kata Direktur Utama KLBF Vidjongtius.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved