Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemkot Manado Ingatkan Ritel Modern Tak Jual Produk Kedaluwarsa

Dalam rakor itu diminta kepada peritel memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan konsumen saat belanja

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Charles Komaling
ist
Pertemuan Pemkot Manado dengan peritel modern 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kota Manado mengingatkan pelaku usaha ritel modern di Manado agar memperhatikan keamanan pangan dan tidak menjual produk yang kedaluwarsa.

Hal ini disampaikan Asisten I Sekot Manado, Robby Mottoh dalam rakor bersama Disperindag dan perwakilan ritel di kantor Pemkot Manado, Rabu (22/05/2019).

"Kualitas produk jangan sampai kedaluwarsa. Termasuk pastikan ketersediaan bahan pokok," ujar Robert Najoan, Sekretaris DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sulut mengutip permintaan Asisten I, Kamis (23/05/2019).

Selain itu, dalam rakor itu diminta kepada peritel memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan konsumen saat belanja karena biasanya traffik pelanggan naik mendekati Idul Fitri.

"Sempat disentil juga instansi terkait harus aktif untuk mencari solusi beberapa kendala, termasuk melakukan monitoring suplai dan harga komoditas dan bahan pokok di tingkat distributor," ujarnya.

Terkait itu, Robert bilang mengenai harga bawang putih di tingkat lokal masih di atas HET Rp 35 ribu sebagaimana permintaan Menteri Perdagangan.

Ia jelaskan, kesepakatan dalam forum di Kemendag bersama DPP Aprindo dan importir bawang putih, importir menjual kepada distributor terdaftar pemasok ke riteler seharga Rp 20 ribu per kg.

"Nah rantai distribusi dari importir yang berada di luar pulau ke distributor lokal Sulut inilah yg ada 'missed' dan menjadi salah satu penyebab harga fluktuatif bahkan cenderung naik beberapa pekan terakhir," kata Robert yang sehari-hari Store Manager FreshMart Tikala ini.

Kemudian, faktor alat transportasi yang mungkin delay, permintaan pasar yg meningkat pra Lebaran dan pasokan terbatas itulah menyebabkan harga bergerak naik.

"Minggu ini pasokan mulai normal dibandingkan minggu kemarin namun HPP belum bisa membuat harga ke konsumen pas sesuai HET-nya," katanya.

Katanya, peritel harus menutupi biaya operasional seperti tenaga dan waktu pembersihan bawang putih yang masuk masih kotor, susut pasca dibersihkan, kemasan dan rusak. (*)

.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved