Informasi Kesehatan

Mengenal Penyakit Kista Ovarium, Mioma Uteri serta 4 Cara Pencegahan Tumor Kandungan bagi Wanita

Henky menuturkan, pemeriksaan, utamanya bagi yang memiliki faktor genetik yang berpotensi terjangkit tumor kandungan, penting untuk dilakukan

Mengenal Penyakit Kista Ovarium, Mioma Uteri serta 4 Cara Pencegahan Tumor Kandungan bagi Wanita
tribun jabar
Ilustrasi Sakit Kista 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kista ovarium adalah tumor atau benjolan pada indung telur (ovarium) yang berupa kantong berisi cairan.

Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis kandungan yang tergabung dalam Ginekologi Minimally Invasive Treatment Surabaya (GMITS), dr Henky M Masteryanto SpOG. 

Kista ovarium, lanjutnya, merupakan tumor kandungan kedua terbanyak yang menjangkit perempuan.

"Berbeda dengan penyakit mioma uteri, tumor yang satu ini dapat terjadi di semua usia. Baik premenopouse atau postmenopouse," tutur Henky.

Ada beberapa faktor resiko yang dapat menjadi pencetus tumbuhnya tumor ini. Beberapa di antaranya adalah faktor genetik, hormon, dan obesitas.

"Sementara itu beberapa gejala yang ditimbulkan antara lain adalah nyeri pada bagian kewanitaan, adanya gangguan menstruasi seperti mensturasinya tidak teratur, terjadi infertilitas atau kemandulan, dan timbul benjolan," ungkapnya.

Tapi, tutur Henky, juga ada beberapa pasien yang tidak merasakan gejala apapun seperti tidak ada nyeri, merasa menstruasinya teratur, dan lain sebagainya.  Hal ini baru mereka sadari ketika akan melakukan program kehamilan," jelasnya.

 

Baca: Ramalan Zodiak Kamis 23 Mei 2019: Leo Tenang Virgo Siapkan Dirimu Jadi Pemimpin

Baca: Ganda Putra Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan Jadi Penyumbang Poin Pertama Indonesia Lawan Denmark

Untuk mendiagnosanya, tutur Henky ada beberapa hal yang bisa dilakukan di antaranya adalah pemeriksaan dalam, ultrasonografi (USG), pemeriksaan lab, CT scan, MRI, dan histapatologi.

Dalam penangananya, kista ovarium dapat diobati dengan dan tanpa operasi.

"Tindakan operatif dilakukan misalnya jika merasakan nyeri yang hebat, tidak ada respon yang baik seteleh mengonsumsi obat, benjolan berukuran lebih dari 5 cm, serta ada tanda-tanda keganasan," jelas Henky.

Halaman
1234
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved