Aksi 22 Mei

Dampak Aksi 22 Mei, Pendapatan Sopir Ojek Online Turun 2 Kali Lipat: Performa Bintang Saya Turun

Sopir ojek online mengaku alami penurunan pendapatan pasca Aksi 22 Mei.

Dampak Aksi 22 Mei, Pendapatan Sopir Ojek Online Turun 2 Kali Lipat: Performa Bintang Saya Turun
tribun medan
Ojek online menggunakan GPS saat berkendara. Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Pakai GPS Saat Naik Motor Bisa Terancam Penjara 3 Bulan dan Denda Rp 750 Ribu, http://bogor.tribunnews.com/2019/01/31/pakai-gps-saat-naik-motor-bisa-terancam-penjara-3-bulan-dan-denda-rp-750-ribu. Editor: Yudhi Maulana Aditama 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sopir ojek online mengaku alami penurunan pendapatan pasca Aksi 22 Mei

Sopir ojek online juga menyebut pendapatannya turun 2 kali lipat dari biasanya.

Suratno nama sopir ojek online tersebut terpaksa kini harus berjuang keras.

"Pendapatannya ada penurunan. Biasanya sehari bisa narik 20 kali, kalau hari ini 10 kali karena ada kerusuhan dan mungkin banyak yang enggak masuk kantor," ucap Suratno kepada Kompas.com, Rabu (22/5/2019).

Sebenarnya, imbuh Suratno, banyak orang yang memesan ojek online ke atau dari titik-titik rawan.

Namun, dia memilih untuk tidak mengantar penumpangnya dan memilih menghindari titik-titik rawan karena takut terkena dampak aksi massa.

"Daerah Tanah Abang, Petamburan, Slipi itu saya hindari. Kalau ada yang order dari sana atau mau ke sana saya cancel. Saya hari ini hanya di daerah Cawang, Pasar Minggu, Mt. Haryono dan sekitarnya," jelas Suratno.

Baca: Terkait Aksi 22 Mei di Jakarta, Ketua MUI Sulut Imbau Warga Tak Ikut-ikutan

Baca: Percakapan WhatsApp Aksi Massa 22 Mei Dibongkar Kepolisian, Simak Penjelasannya

Baca: Viral Medsos, Pedagang Bakso Nekat Jualan saat Bentrok Polisi & Massa Aksi 22 Mei, Begini Keadaannya

Akibatnya, performa Suratno dalam aplikasi ojek online miliknya juga menurun.

Dia pun mengatakan akan melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu esok hari sebelum menerima pesanan.

"Performa bintang saya turun karena cancel terus. Besok enggak tahu masih begini atau enggak. Saya mau lihat dulu sudah mendingan atau belum kisruhnya. Bahkan Stasiun Tanah Abang saja ditutup, akhirnya orang turun di Stasiun Karet," kata Suratno.

Sejak kemarin, Selasa (21/5/2019) massa telah mendatangi gedung Bawaslu untuk melakukan aksi demo.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved