Kasus Pemerkosaan

KRONOLOGI, Pemuda Setubuhi Perempuan Seumurannya, Bawa Nama Ormas hingga Paksa Berhubungan Intim

Seorang Pemuda bernama Dedy Wahyu ( 18) nekat melakukan penganiyaan dan pemerkosaan terhadap perempuan seumurannya.

KRONOLOGI, Pemuda Setubuhi Perempuan Seumurannya, Bawa Nama Ormas hingga Paksa Berhubungan Intim
Internet
Ilustrasi pemerkosaan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang Pemuda bernama Dedy Wahyu ( 18) nekat melakukan penganiyaan dan pemerkosaan terhadap perempuan seumurannya.

Aksi jahat Dedy Wahyu dilakukan dengan mengaku sebagai anggota ormas. 

Korban berinisial DPT (18 ) merasa takut dengan sebutan ormas itu, langsung mengikuti ajakan ketemuan dengan pelaku, hingga berujung pada pemerkosan di sebuah penginapan.

Berdasarkan hasil rilis Polresta Denpasar pada Rabu (22/5/2019) siang, tersangka sehari-hari tinggal di Jalan Pratama, Gang Bidadari, Kuta Selatan, Badung, Bali dan bekerja di perusahaan watersport, Tanjung Benoa, Nusa Dua.

Dedy Wahyu berhasil ditangkap pada Senin (20/5/2019) sekitar pukul 19.00 Wita oleh team Opsnal Unit V Polresta Denpasar, di rumah keluarganya di Jalan Juanda, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Malang, Jawa Timur.

"Satreskrim Polresta Denpasar melaksanakan rilis terhadap kasus tindak pidana 285 KUHP. Kita berhasil menangkap pelaku kasus penganiayaan dan pemerkosaan yang dilakukan tersangka inisal DDW (18)," ujar Kapolres  AKBP Benny Pramono 

"Korban berinisial DPT (18). Pelaku berhasil kami amankan di Jawa Timur, wilayah Malang pada hari Senin, 20 Mei 2019 sekitar pukul 19.30 wita," lanjutnya.

Baca: Khawatir Tidak Ada yang Menafkahi Bila Suami Dipenjara, Istri Bantu Pemerkosaan Dua Anak Kandungnya

Baca: Siswa SD Pelaku Pemerkosaan Siswi SMA, Miliki Hubungan Darah dengan Korban, Ini Penjelasannya

Baca: Berkas Kasus Pemerkosaan Gadis Pinolosian oleh 2 Mahasiswa, Segera Masuk Kejaksaan

Dijelaskan Pramono, dari hasil laporan polisi LP/538/V/2019/BALI/Resta Dps, korban bernama DPT (18) asal Banyuwangi yang tinggal di Pemogan, Denpasar Selatan.

Diceritakan, awalnya korban mengenal pelaku melalui media sosial Facebook pada 11 Mei 2019 lalu.

Melalui pesan Facebook Messenger, korban dan pelaku saling berkomunikasi hingga berlanjut video call setelah bertukar nomor WhatsApp.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved