Pilpres 2019

SPDP Capres Prabowo Subianto Ditarik, Ini Alasan Polri Serta Tanggapan Fadli Zon

SPDP soal dugaan kasus makar, dengan tersangka Eggi Sudjana dan terlapor Prabowo Subianto, ditarik kembali oleh pihak Kepolisian..

SPDP Capres Prabowo Subianto Ditarik, Ini Alasan Polri Serta Tanggapan Fadli Zon
Tribunnews/JEPRIMA
Prabowo tolak hasil Pemilu 2019 setelah 3K terjadi dalam proses Pemilu 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Surat pemberitahuan dimulainya Penyidikan ( SPDP) soal dugaan kasus makar, dengan tersangka Eggi Sudjana dan terlapor Prabowo Subianto, ditarik kembali oleh pihak Kepolisian.

SPDP yang dikirimkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta itu, belum saatnya diterbitkan karena perlu dilakukan penyelidikan terlebih dahulu asal muasal terbit SPDP tersebut.

"Setelah dianalisis, SPDP itu belum saatnya kami belum melakukan penyelidikan asal mulanya, yakni keterangan para tersangka (kasus makar), itu masih diproses di deputi yang lain, makannya SPDP itu kita tarik," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyebut 

SPDP tersebut adalah hasil dari keterangan tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma dalam pemeriksaan mereka.

"Artinya itu hanya kata dari para tersangka yang menyebut nama, jadi kita perlu lakukan penyelidikan terlebih dahulu keterangan tersebut. Maka SPDP yang ada tersebut kita tarik. Atau belum waktunya atau tidak saatnya dan tidak perlu memberi SPDP saat ini," ucap Argo.

Baca: Polda Metro Jaya Tak Tega Nama Prabowo Dikaitkan Kasus Makar

Baca: Pidato Prabowo Tanggapi Rekapitulasi KPU soal Pilpres Jokowi Menang: Kami Paslon 02 Menolak 

Baca: Soal Rekapitulasi Pilpres Jokowi-Maruf Menang, Pidato Prabowo: Senyap-senyap Dilakukan KPU

Argo menyampaikan penyidik masih perlu melakukan penyelidikan lebih mendalam mengenai keterangan Eggi dan Lieus itu dengan melakukan cek silang keterangan mereka dengan alat bukti lain sehingga SPDP tersebut ditarik hari ini.

"Namun yang ditarik SPDP-nya Pak Prabowo saja, yang lain tetap dalam proses," katanya dalam pesan singkatnya.

Fadli Zon Sebut Polisi Tidak Profesional

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengkritik sikap polisi yang mengeluarkan dan menarik kembali Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ( SPDP) terhadap calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto atas tuduhan makar.

Menurut dia, ini menandakan bahwa kepolisian tidak profesional terhadap kasus ini.

"Ini kan menunjukkan ketidakprofesionalan kan sangat jelas apa namanya kalau tidak profesional. Kelihatan sekali menjadi alat kekuasaan menjadi alat politik," ujar Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Fadli sendiri berpendapat tuduhan makar yang ditujukan kepada Prabowo adalah omong kosong. Dia merasa semua yang disampaikan Prabowo selama ini masih dalam koridor hukum.

"Jangan mengada-ada, kalau ada orang laporan langsung dipanggil. Saya melaporkan banyak orang dari tahun lalu, 2 tahun lalu, tidak ada yang dipanggil orang itu," ujar Fadli.

Fadli mengatakan penegakan hukum seharusnya bisa adil. Jangan sampai pihak oposisi pemerintah tidak mendapat pelayanan penegakan hukum yang sama seperti lainnya.

Sebelumnya beredar SPDP terkait kasus dugaan makar tersangka Eggi Sudjana. Dalam SPDP tertanggal 17 Mei 2019 itu, disebutkan bahwa penyidik Polda Metro Jaya mulai menyidik kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana yang dilakukan bersama terlapor lainnya, di antaranya Prabowo Subianto.

"Diberitahukan bahwa pada tanggal 17 Mei 2019 telah dimulai penyidikan yang diduga perkara tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara/makar dan/atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat dan/atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar berlebihan atau yang tidak lengkap, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 KUHP dan/atau Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, diketahui terjadi pada tanggal 17 April 2019 di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan/atau tempat lainnya dengan tersangka DR H Eggi Sudjana, yang diduga dilakukan secara bersama-sama dengan terlapor lainnya," tulisan dalam surat SPDP yang diterima pada Selasa (21/5) di mana Prabowo juga dicantumkan sebagai terlapor.

SIMAK BERITA TERPOPULER TRIBUN MANADO:

Baca: HEBOH Viral Video Perang Geng Motor vs Ojek Online, Laksana Tak Terhindarkan, Senjata Api Ikut Serta

Baca: VIRAL Wanita Nama Angel Diduga Jual Diri Rp 1 Juta, Pemesan Curhat di Facebook: Sekalian Buka Baju

Baca: KPU RI Umumkan Jokowi Maruf Menang Pilpres, Pengamat Politik IPI Minta Prabowo Legowo

BERITA SELEBRTIS TRIBUN MANADO:

Baca: Hilda Vitria Akui Pernah Menikah dengan Kriss Hata, Billy Syahputra Lakukan Ini

Baca: Najwa Shihab Siap Berhenti Berkarir Demi Sang Anak

Baca: Terkenal Banyak Haters, Ini Daftar Prestasi Ayu Ting Ting di Dunia Tarik Suara

INSTAGRAM TRIBUN MANADO:

TONTON JUGA:

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved