Berita Boltim

Warga Transmigrasi Masih Kesulitan Fasilitas Pendidikan

Warga Transmigrasi masih kesulitan fasilitas pendidikan. Jalan menuju ke daerah transmigrasi rusak berat, batu kecil dan besar berhamburan di badan j

Warga Transmigrasi Masih Kesulitan Fasilitas Pendidikan
NET
Ilustrasi

TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga Transmigrasi masih kesulitan fasilitas pendidikan.

Jalan menuju ke daerah transmigrasi rusak berat, batu kecil dan besar berhamburan di badan jalan.

Akses ke sekolah menjadi sangat sulit.

Pemandangan ini terlihat di Desa Motongkad Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sulawesi Utara (Sulut).

Orang tua murid dari 36 kepala keluarga kesulitan untuk mengatar anaknya menuju ke sekolah di Kecamatan Motongkad.

Baca: Heboh Video Lama Menantu Joko Widodo Saat Jadi Pembaca Berita, Ibu Jan Ethes Tuai Pujian

Baca: Pinjam Toilet, Pria Ini Curi Hanphone dan Uang

Sejak statusnya ditetapkan sebagai daerah transmigrasi 2016 oleh Pemerintah Pusat. Wilayah transmigrasi ini dihuni 56 kepala keluarga (KK) dari luar maupun dalan daerah.

"Memang ada 36 kepala keluarga dari 56 KK, tidak tinggal menetap. Alasan mereka tidak miliki fasilitas pendidikan," ujar Sekretaris Desa Motongkad Utara, Roni Ahmad, Minggu (19/5/2019).

Kata Roni, ada 36 KK yang mempunyai anak sekolah, jadi mereka lebih memilih tinggal di desa Motongkad Utara.

Sementara di daerah transmigrasi ada 18 kepala keluarga yang hidup menetap dengan pekerjaan tani.

Baca: Seorang Bocah Ditemukan Meninggal di Atas Jembatan Irigasi

Baca: Goda Istri Orang, Pria Ini Dibacok

Waktu lalu, memang ada sekolah di sini, namun muridnya hanya dua sampai tiga orang. Di tambah lagi kegiatan belajar mengajar, hanya menumpang di balai desa.

Halaman
12
Penulis: Vendi Lera
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved