Bulan Ramadan
Shinta Cari Makanan Khas Daerah Untuk Sahur
Pasar Ramadan yang hanya ada satu kali dalam setahun ini menyediakan berbagai macam jenis makanan. Mulai dari kue hingga makanan berat semisal nasi,
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Handhika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bulan ramadan, umat muslim selalu memilih menu yang baik untuk tubuh agar bisa menjalani ibadah puasa dengan baik dan lancar.
Pasar Ramadan menjadi satu tempat untuk memenuhi kebutuhan menu makanan saat buka puasa maupun sahur.
Karena di Pasar Ramadan yang hanya ada satu kali dalam setahun ini menyediakan berbagai macam jenis makanan.
Mulai dari kue hingga makanan berat semisal nasi, ikan, dan sayur.
Baca: Dinas Pendidikan Mulai Bayarkan TSG
Baca: Sahur On The Road Berdarah, Pemuda Tewas Ditusuk Rombongan Pembawa Bendera Hitam
Shinta Mokodompit nampak asik memilih beberapa menu makanan yang dijajakan di pasar ramadan di Kota Kotamobagu Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Memang sudah menjadi tradisi saat bulan Ramadhan, selalu ada pasar ramadan. Pasar ini pun selalu ramai.
Dikunjungi oleh warga yang mencari menu berbuka puasa ataupun untuk sahur.
Tak jarang juga ada makanan khas yang jarang dijumpai pada hari biasa, alias hanya pada bulan puasa saja.
Contohnya udang yang dicampur dengan kelapa dan dibungkus dengan daun woka, juga mujair woka.
"Saya datang dari Bolmong untuk mencari menu khas udang bungkus dan pepes mujair untuk persiapan sahur besok," jelas Shinta.
Ia sangat menyukai makanan khas Mongondow tersebut.
Baca: Bagikan Kurma Untuk Tetangga Yang Puasa, Sandra Dewi dan Harvey Moeis Dapat Rezeki tak Terduga
Baca: Live Streaming Trans7 MotoGP Prancis 2019 Marc Marquez Pole Position, Tonton Siaran Langsung di Sini
"Selain enak, menu ini hanya ada pada bulan Ramadhan saja," jelasnya.
Harga satu bungkus udang kelapa tersebut Rp 11 ribu, dan mujair pepes Rp 17 ribu.
Selain dua makanan khas tersebut, ada juga makanan lain semisal ikan bakar dan udang saus.
Sumitro Paputungan pedagang di Pasar Ramadan mengatakan banyak sekali menu yang mereka jual.
"Tapi paling banyak cari makanan khas Mongondow. Lantaran memang cuma ada saat Ramadhan," jelasnya.
Meski banyak dicari, makanan khas Mongondow ini tak banyak dibuat.
"Soalnya banyak menu yang harus kami buat, dan harga bumbu juga mahal," jelas dia. (amg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/shinta-cari-makanan-khas-mongondow-untuk-sahur.jpg)