Berkah Ramadan

Ketika Suster Katolik Nyanyikan Lagu Alhamdulilah di Hadapan Shintia Nuriyah Wahid

Shinta Nuriyah Wahid, istri mendiang Presiden keempat Republik Indonesia (RI), KH Abbdurrahman Wahid (Gus Dur), sahur bersama warga.

Ketika Suster Katolik Nyanyikan Lagu Alhamdulilah di Hadapan Shintia Nuriyah Wahid
Warta Kota/henry lopulalan
Mantan Ibu Negara Shinta Nuriyah Wahid saat pembacaan pernyataan bersama tokoh lintas agama di Griya Gus Dur Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2016). 

Shinta berpesan untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan berbangsa dalam ragam perbedaan yang ada.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Shinta Nuriyah Wahid, istri mendiang Presiden keempat Republik Indonesia (RI), KH Abbdurrahman Wahid (Gus Dur), sahur bersama warga.

Sahur tersebut bertempat di Dusun Tempuran, Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Jumat (17/5).

Dalam kesempatan, bersama warga yang mayoritas petani tembakau itu, Shinta berpesan untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan berbangsa dalam ragam perbedaan yang ada.

‎"Ruang kebangsaan adalah ruang kebersamaan yang saling bersatu dalam ragam perbedaan‎," kata Shinta.

Karena itu, ia menuturkan, ‎perbedaan harus dianggap sebagai berkah yang menjadikan satu sama lain sebagai saudara.

Bukan sebaliknya bermusuhan.

Menurutnya, perbedaan itu adalah keniscayaan.

"Bersatu dan bersaudara dalam perbedaan, bukan berbeda kemudian kita terpisah dan memisahkan diri," tutur perempuan asal Jombang, Jawa Timur, itu.

Tak terkecuali, sambung dia, perbedaan itu ada dalam pilihan berpolitik.

Halaman
123
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved