Ramadan 2019

Di Kutub Utara, Matahari Terbit Hampir 24 Jam, Lantas Bagaimana Umat Muslim di Sana Berpuasa?

Bagi kita di Indonesia berpuasa lazim dilakukan kurang dari 15 jam. Nah, pernahkan membayangkan puasa lebih dari waktu itu?

Di Kutub Utara, Matahari Terbit Hampir 24 Jam, Lantas Bagaimana Umat Muslim di Sana Berpuasa?
twitter/@YukonPhilippe
Midnight Sun Mosque, Manitoba, Kanada 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagi kita di Indonesia berpuasa lazim dilakukan kurang dari 15 jam. Nah, pernahkan membayangkan puasa lebih dari waktu itu?

Di sekitar kutub Utara, ketika musim panas, matahari akan terbit selama hampir 24 jam, dengan jam malam hanya sekitar 50 menit saja.

Bahkan di beberapa wilayah tertentu, sama sekali tidak ada malam.

Bagaimana Muslim di sana menghadapi situasi ini? Bagaimana puasanya?

Ketika datang bulan Ramadan, umat Islam yang tinggal di Lingkaran Arktik (kota-kota yang berada di sekitar Kutub Utara) biasanya menghadapi kebingungan perihal kapan mereka harus memulai dan mengakhiri puasa setiap harinya.

Matahari pada tengah malam di Lofoten, Norwegia.
Matahari pada tengah malam di Lofoten, Norwegia. (The Muslim Times)

Apabila Ramadan bertepatan dengan bulan-bulan musim panas di sana, maka di seluruh wilayah ini, matahari akan terbit selama hampir 24 jam.

Jam malam hanya sekitar 50 menit saja. Bahkan di beberapa wilayah tertentu, sama sekali tidak ada malam.

Cobalah Anda bayangkan, bagaimana rasanya berpuasa di tengah situasi dan kondisi seperti itu?

Dan sebaliknya, ketika musim dingin tiba, wilayah tersebut dapat gelap sepenuhnya selama 24 jam.

Kota-kota yang berada di Lingkaran Arktik (garis putus-putus berwarna biru). Sumber: CIA World Fact Book

Halaman
123
Editor: Rizali Posumah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved