Pemilu 2019

Rekomendasi Kawal Pilpres 2019: Pemilu Serentak Mendatang Gunakan Situng-el

Penyelenggaraan pemilu serentak mendatang bisa mempertimbangkan Sistem Penghitungan Elektronik (Situng-el) untuk efisiensi waktu dan tenaga.

Tribunnews.com
Kepala Humas PGI, Jeirry Sumampow 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah pencoblosan 17 April 2019, lembaga dan komunitas yang tergabung dalam Gerakan Ayo Nyoblos Ayo Pantau mengajak masyarakat untuk melakukan pengawasan hasil pemilihan presiden dan wakil presiden.

Mereka harus melaporkan lewat aplikasi mikro Kawal Pilpres 2019 dengan mengirimkan data dan foto formulir C1 plano dan salinan) hasil penghitungan suara Pilpres dari Relawan Pelapor di 34 Provinsi dan Luar Negeri.

Ada 9.550 relawan yang telah melaporkan 482.602 data dari 336.445 TPS (41,52% dari total TPS secara nasional) baik dalam dan luar negeri, melalui aplikasi mikro Kawal Pilpres 2019 dalam aplikasi PeSankita Indonesia hingga Rabu 15 Mei 2019.

Dari total laporan TPS yang masuk, 11,06% data TPS (89.646) sudah diverifikasi oleh Moderator yang berasal dari Relawan Kawal Pilpres 2019 dan masuk dalam tabulasi data.

Beberapa catatan hasil evaluasi Kawal Pilpres 2019:

1. Partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan dan pemantau proses pemilu sangat
diperlukan untuk menghasilkan pemilu yang berkualitas (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur,
dan Adil).

2. Kehadiran sebuah sistem pengawasan dan pemantauan, seperti Kawal Pilpres 2019, cukup
membantu masyarakat untuk mengawal hasil pemilu, khususnya sebagai data pembanding situng
KPU.

3. Prinsip terbuka, netral, dan integritas sangat penting dalam mengembangkan sistem pengawasan
dan pemantauan hasil pemilu seperti Kawal Pilpres 2019.

4. Masyarakat perlu diedukasi/sosialisasi tentang pentingnya dokumentasi Formulir C1 Plano dalam proses pengawasan, sehingga dalam pengambilan foto Formulir C1 Plano, perlu dibuatkan standarnya.

Banyak ditemukan foto Formulir C1 Plano dan Salinan yang tidak utuh, seperti tidak ada tanda tangan Petugas KPPS, pengambilan angle foto yang tidak utuh (terpotong).

Selain itum foto yang tidak jelas (kabur/ buram), data TPS yang tidak jelas atau tidak lengkap atau tidak sesuai dengan data angka.

Gerakan Ayo Nyoblos Ayo Pantau memberikan rekomendasi kepada KPU dan Bawaslu untuk melibatkan Petugas KPPS serta Pengawas TPS dalam mendokumentasikan Formulir C1 Plano hasil penghitungan suara di hari pemilihan

Selain itu, menggunakan Sistem Penghitungan Elektronik (Situng-el) untuk efisiensi waktu dan tenaga.

BACA POPULER

Baca: Pemuda Cabuli 20 Anak Perempuan di Bawah Umur, Gunakan Modus Ritual Hilangkan Kesialan

Baca: BPN: Prabowo Menang 54,24 Persen, Ini Hitungannya

Baca: Ini yang Terjadi Bila Langsung Mandi Setelah Bangun Tidur

Baca: Perempuan Perekam Penggal Jokowi Tertunduk: Sita Hp dan Kacamata Hitam

Baca: Guru Cantik Korea Mengajar di Sekolah Indonesia, Disapa Ela & Bingung Lihat Siswa Dalam Kelas

Baca: Tolak Hasil Pemilu, Prabowo Berpotensi Dicatat dalam Sejarah, Sebagai Siapa?

Follow juga akun instagram tribunmanado

 

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube tribunmanadoTV

Editor: Aldi Ponge
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved