Gizi Buruk

Angka Kasus Penderita Gizi Buruk Turun Drastis

Jumlah penderita gizi buruk di Bolaang Mongondow Timur, tiga tahun terakhir mengalami penurunan.

Angka Kasus Penderita Gizi Buruk Turun Drastis
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Jumlah penderita gizi buruk di Bolaang Mongondow Timur, tiga tahun terakhir mengalami penurunan.

Kepala Dinas Kesehatan, Eko Marsidi mengatakan, penurunan jumlah kasus gizi buruk, karena adanya keseriusan Dinkes dalam menagani penderita gizi buruk.

"Kami akan serius masalah gizi buruk di Boltim," ujar Eko Marsidi, Selasa (14/5/2019).

Baca: Ngaku Punya Email Sejak 1987, PM India Diolok-olok Netizen

Baca: Irene Soenarno, Siswi SMK yang Meninggal Kecelakaan di Hari Kelulusan Punya Keinginan Jadi Pendeta

Baca: Agar Nyamuk Malas Gigit Manusia, Berilah Dia Makan

Sejak 2017 jumlah penderita kasus gizi buruk di Boltim dua orang, masuk 2018 tiga orang sedangkan 2019 turun jadi satu orang. Biasanya penyakit ini menyerang anak-anak berumur 0-59 bulan.

Biasanya penderita gizi buruk menyerang anak-anak. Gejala awal dapat dilihat dari adanya perubahan pada berat badan dan tinggi.

Selain itu, penaganan serius Dinkes untuk cegah Stunting atau gizi kronis dilakukan sejak masih dalam kandungan seperti pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI Ekslusif dan rutin melakukan pemantauan pertumbuhan.

Baca: Kheisy Kharenia Benne: Kerukunan Toleransi Mewujudkan Sulut Yang Maju dan Sejahtera

Baca: Ancam Anggota Polri, Bilang Kalau Ketemu Bakal Ditikam dengan Pisau, RR Diangkut ke Maporles Tomohon

Baca: Wartawan Senior Freddy Roeroe Berpulang, Umbas: Sulut Kehilangan Tokoh Jurnalis Pejuang

Selanjutnya, menjaga kebersihan diri dan lingkungan dan pemberian tablet Fe bagi remaja putri (12-18 tahun).

Ia menambahkan, ada 5 pilar sanitasi untuk mencegah Stunting yakni pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga.

"Berhenti buang air besar sembarangan, cuci tangan mengunakan sabun,pengelolaan sampah rumah tangga serta pengelolaan limbah cair," sebutnya.

Baca: Herly Kapoh Meninggal Dunia, Yamaha Dikendarainya Tabrak Dump Truk yang Diparkir

Baca: Tarif Dipangkas, Saham Garuda Indonesia Turun

Baca: Megawati Perbolehkan Demokrat Gabung Koalisi Jokowi

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Kartini Djaman mengatakan, ada tiga wilayah yang terjadi gizi buruk yakni Kecamatan Modayag, Modayag Barat dan Tutuyan.

"Kami berusaha gizi buruk dari tahun ke tahun tidak akan terjadi lagi," ujar Kartini Djaman.

Penanganan kasus ini harus dimulai dari mengidentifikasi penyakit penyertaan dari penderita dengan merawatnya baik rawat jalan maupun nginap. Kemudian setelah itu adanya suplai susu atau lainnya. (Ven).

Baca: KPU Tak Permasalahkan Sikap Prabowo

Baca: Prabowo Tulis Surat Wasiat Pilpres, Alumni UI dan Dosen Unsrat Bicara People Power

Baca: Korban Konvoi Kelulusan, Polisi Bakal Buru Tersangka yang Tabrak Irene Soenarno hingga Meninggal

Penulis: Vendi Lera
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved