Citizen Journalism

Warna-warni Musim Semi di Keukenhof Belanda, Tujuh Juta Bunga Mekar Berbarengan

100 varian tulip ditanam di Keukenhof setiap tahun di 30 lokasi pameran bunga. Taman ini luasnya 32 hektar dan ditumbuhi 2.500 pohon.

Warna-warni Musim Semi di Keukenhof Belanda, Tujuh Juta Bunga Mekar Berbarengan
CITIZEN JOURNALISM/IWA SOBARA
Taman Bunga Tulip Keukenhof di kota Lisse, Belanda. 

Laporan Warga, Iwa Sobara dari Amsterdam, Belanda

PERJALANAN dari terminal bus di Bandara Schipol, Amsterdam, menuju Taman Bunga Tulip Keukenhof, sebenarnya hanya setengah jam.

Namun, antrean kendaraan pagi itu cukup padat karena bertepatan dengan libur Paskah. Alhasil, baru 50 menit kemudian bisa sampai ke Keukenhof.

Taman bunga itu memang bikin penasaran. Liburan Paskah tahun ini, saya dan keluarga akhirnya bisa mengunjunginya.    

Keukenhof adalah taman bunga tulip sangat termashur di seluruh dunia. Taman ini terletak di utara kota Lisse, Belanda bagian Selatan.

Taman ini hanya buka selama delapan minggu dalam setahun. Pada tahun ini Taman Keukenhof buka mulai dari 21 Maret hingga 19 Mei 2019.

Setiap harinya kita dapat mengunjungi taman ini mulai pukul 8 hingga 19.30.

Kami sengaja datang pada tanggal 18 April 2019 atau pertengahan April karena itu adalah waktu terbaik untuk kunjungan ke Keukenhof.  

Taman Bunga Tulip Keukenhof di kota Lisse, Belanda.
Taman Bunga Tulip Keukenhof di kota Lisse, Belanda. (CITIZEN JOURNALISM/IWA SOBARA)

Baca: Dua Hal Ini Bikin Iris Schmidt dari Jerman Jatuh Cinta dengan Indonesia, Apa Itu?

Baca: Darmasiswa: Tak hanya Kuliah, Tapi juga Mengenal Budaya Indonesia

Di taman ini lebih dari 7 juta bunga mekar selama musim semi.

Pengunjung dewasa harus merogoh kocek sebanyak 18 Euro per orang. Sementara itu, anak kecil di bawah 4 tahun gratis.

100 varian tulip ditanam di Keukenhof setiap tahun di 30 lokasi pameran bunga. Taman ini luasnya 32 hektar dan ditumbuhi 2.500 pohon.

Satu sama lain bagian taman dihubungkan oleh jalur jalan setapak sepanjang 15 kilometer.

Selain itu, Keukenhof juga memiliki tujuh taman inspirasional.

Taman Bunga Tulip Keukenhof di kota Lisse, Belanda.
Taman Bunga Tulip Keukenhof di kota Lisse, Belanda. (CITIZEN JOURNALISM/IWA SOBARA)

Taman ini juga memiliki koleksi patung dalam jumlah besar. Di sana terdapat 150 karya patung dari 50 seniman kenamaan.

Tontonan warna-warni yang berubah setiap minggu ditampilkan di Oranje Nassau Pavilion.

Anggrek dan anthurium dipamerkan selama delapan minggu di Beatrix Pavilion.

Tulip ditampilkan di paviliun Willem-Alexander dan dalam dua belas hari terakhir ada pameran bunga bakung besar di sana.

Selain taman bunga terdapat juga fasilitas untuk anak-anak seperti kebun binatang, taman labirin dan taman bermain.

Taman Bunga Tulip Keukenhof di kota Lisse, Belanda.
Taman Bunga Tulip Keukenhof di kota Lisse, Belanda. (CITIZEN JOURNALISM/IWA SOBARA)

Setiap tahun ada tema yang diusung. Pada tahun 2019 ini mereka memberi tema Flower Power.

Adapun pada tahun-tahun sebelumnya: From Russia with Love (2010), Jerman - Negeri penyair dan pemikir (2011).

Polandia - Jantung Eropa (2012), Inggris Raya - Negeri taman yang indah (2013), Holland (2014), Vincent van Gogh (dalam rangka peringatan 125 tahun kematiannya) (2015).

Kemudian Masa Keemasan - Dari Masa Keemasan hingga Masa Depan Emas (2016), Dutch Design (2017), Bunga Romansa (2018).

Kurun delapan minggu saja sekitar 1,4 juta orang setiap tahunnya mengunjungi Keukenhof. Sekitar 80% pengunjung berasal dari luar negeri.

Taman Bunga Tulip Keukenhof di kota Lisse, Belanda.
Taman Bunga Tulip Keukenhof di kota Lisse, Belanda. (CITIZEN JOURNALISM/IWA SOBARA)

Ada hal yang cukup mengganggu dengan banyaknya turis yang berjumlah ratusan ribu dan datang hampir bersamaan pada saat kami berkunjung ke sana.

Tampak turis-turis yang tidak mengindahkan papan peringatan yang terpampang di setiap pintu masuk taman.

Mereka dengan sengaja berfoto selfie melewati pagar pembatas. Padahal jelas sekali tertulis  “Please do not enter the flower fields.”

Ada juga tulisan “Enjoy the flowers, respect our pride.”

Tentu saja kalau larangan-larangan tersebut dilanggar akan merugikan petani dan pengelola. Kerugiannya bahkan bisa mencapai ratusan ribu Euro.

Sebagai pengunjung yang bijak, alangkah lebih baik jika kita selalu mengindahkan aturan yang berlaku di sebuah obyek wisata.

*) Iwa Sobara adalah Dosen di Universitas Negeri Malang. Kini ia sedang menjalani studi doktoral di Technnische Universität Berlin, Jerman.

Editor: Edi Sukasah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved