Saham-saham di Wall Street Ambruk Setelah China Umumkan ‘Tarif Pembalasan’

Hal ini membuat investor pindah dari pasar ekuitas ke aset-aset yang dinilai kurang berisiko.

Saham-saham di Wall Street Ambruk Setelah China Umumkan ‘Tarif Pembalasan’
afp
Wall Street 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah China mengumumkan tarif pembalasan, tindakan terbaru dalam perang perdagangan dengan Amerika yang semakin agresif, saham-saham di Wall Street jatuh pada penutupan perdagangan Selasa (14/5/2019)

Hal ini membuat investor pindah dari pasar ekuitas ke aset-aset yang dinilai kurang berisiko.

Ketiga indeks utama Amerika Serikat kehilangan pijakan dalam aksi jual luas, dengan Nasdaq yang padat teknologi membukukan persentase penurunan satu hari terbesarnya tahun ini. S&P 500 dan Dow keduanya mengalami penurunan persentase terbesar sejak 3 Januari.

China mengatakan akan mengenakan tarif lebih tinggi pada barang-barang Amerika Serikat senilai 60 miliar dolar AS, meskipun Presiden Donald Trump memperingatkan untuk tidak membalas terhadap tarif tambahan impor barang-barang China yang diumumkan oleh Gedung Putih pada Jumat (10/5/2019). Langkah ini memicu kekhawatiran penurunan ekonomi global.

"Pasar menyadari bahwa ini adalah kemacetan mutlak pembicaraan (perdagangan) dan semuanya berjalan mundur," kata Michael O'Rourke, kepala strategi pasar JonesTrading di Greenwich, Connecticut.

"Ini bisa sangat buruk," O'Rourke menambahkan. "Ada banyak ketidakpastian. Ini akan mendorong perlambatan ekonomi lebih lanjut."  Para investor merespons dengan melarikan diri dari ekuitas ke aset-aset safe haven.

Imbal hasil surat utang pemerintah AS jatuh ke posisi terendah enam minggu, dengan imbal hasil obligasi 10-tahun jatuh di bawah imbal hasil surat utang bertenor tiga bulan, suatu perubahan yang dilihat oleh banyak orang sebagai pertanda potensial resesi.

Indeks Volatilitas CBOE, ukuran kecemasan investor, membukukan kenaikan poin harian terbesar sepanjang tahun ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 617,38 poin atau 2,38 persen, menjadi berakhir di 25.324,99 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 69,53 poin atau 2,41 persen, menjadi ditutup di 2.811,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 269,92 poin atau 3,41 persen, menjadi berakhir di 7.647,02 poin.

Dari 11 sektor utama S&P 500, hanya utilitas yang mengakhiri sesi di wilayah positif. Perusahaan teknologi yang sensitif terhadap perdagangan mengalami penurunan persentase terbesar.

Halaman
12
Editor: Charles Komaling
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved