Pemerintahan
Bawenti Hadiri Rapat Koordinasi Kehumasan Bidang Pengawasan, Apa yang Dibahas?
Inspektorat Jenderal Kementerian Agama hari ini menyelenggarakan kegiatan rapat koordinasi kehumasan bidang pengawasan tingkat kantor wilayah
Penulis: | Editor: Chintya Rantung
Rapat Koordinasi Kehumasan Bidang Pengawasan Tingkat Kantor Wilayah
TRIBUNMANADO.CO.ID - Inspektorat Jenderal Kementerian Agama hari ini menyelenggarakan kegiatan rapat koordinasi kehumasan bidang pengawasan tingkat kantor wilayah di Hotel Santika, Jawa Barat Selasa (14/5/2019).
Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan saat menyempaikan materi program strategis Kementerian Agama tahun 2019 menekankan tentang pentingnya moderasi beragama agar tidak merusak tatanan kehidupan beragama di Indonesia.
"Agama adalah perekat kebersamaan umat, itulah moderasi beragama yaitu sikap yang tidak ekstrim, meyakini agamanya secara absolut tapi tetap memberi ruang kepada agama lain,” paparnya.
Lebih lanjut, Sekjen menjelaskan, dalam situasi politik saat ini di mana kebhinekaan masyarakat Indonesia sangat rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin memecah persatuan dan kesatuan bangsa, moderasi dalam beragama amat penting dikedepankan untuk menyikapi keragaman.
Moderasi beragama jelasnya, bisa diaplikasikan sebagai sikap dan pemahaman keagamaan yang merujuk pada tataran esensi serta substansinya. Sebab, semua agama itu mengajarkan ajaran yang moderat. Tidak ada agama yang mengajarkan kepada umatnya untuk bertindak ekstrem atau di luar batas.
"Jadikanlah agama sebagai unsur perekat kebangsaan, tidak ekstrim kiri dan juga tidak ekstrim kanan," tegasnya.
Menurutnya ekstrim kanan yakni menganggap bahwa agamanya yang paling benar dan orang lain itu salah. Contohnya adalah sikap yang menganggap jika tidak sama persis seperti jaman dahulu, adalah sesat.
Sementara ekstrim kiri, menganggap semua agama itu sama contohnya atas nama HAM mengkampanyekan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).
Nur Kholis mengatakan, semua agama sesungguhnya mengajarkan moderasi. Moderasi memberikan makna keseimbangan. Sebab, agama memberikan pemahaman yang sama untuk menjalankan ibadahnya bagi masing-masing penganut.
Ketika agama memberikan pemahaman yang sama soal moderasi, kata dia, maka penganut agama tidak boleh kaku apalagi berpandangan agama lain salah.
"Biarkanlah agama kita yang kita nilai benar sesuai dengan penganut. Sedangkan agama lain benar menurut penganutnya masing-masing," kata Kholis.
Setiawan menambahkan pentingnya fungsi humas dalam menyampaikan konten atau isi terkait moderasi beragama serta kemasannya atau cara penyajiannya kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh Kasubbag Informasi dan Humas seluruh indonesia termasuk Kasubbag Inmas Kanwil Kemenag Sulut Drs Hartono Bawenti MH.(fer)
Baca: Kondisi Terbaru Pacar Irene Soenarno Korban Kecelakaan Maut, Sang Ibu Bantah Mereka Ikut Konvoi
Baca: Firasat Sang Ibu: Irene Soenarno Banyak Menciumnya, Siswi Tewas Ditabrak Saat Rayakan Kelulusan
Baca: Seusai Pelajar Rayakan Kelulusan, Siswi SMK Dibonceng Pacar Tewas Tertabrak Tengah Malam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bawenti-hadiri-rapat-koordinasi-kehumasan-bidang-pengawasan-tingkat-kantor-wilayah-576867979.jpg)