Torang Kanal

UNIK, Kezia Bisa Beatbox dengan Suara Laki-laki

Sejak kecil Kezia Rantung sudah berkecimpung di dunia seni.Gadis asal Ratahan, Minahasa Tenggara,Sulawesi Utara pun telah menorehkan berbagai prestasi

UNIK, Kezia Bisa Beatbox dengan Suara Laki-laki
Tribun manado/finneke wolajan
kezia rantung 

UNIK, Kezia Bisa Beatbox dengan Suara Laki-laki 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejak kecil Kezia Rantung sudah berkecimpung di dunia seni. Gadis asal Ratahan, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara pun telah menorehkan berbagai prestasi.

Di antaranya Jambore Nasional 2011 Palembang, juara 1 lomba cipta puisi 2013 FLS2N di Medan, juara 1 lomba baca puisi 2014 FLS2N di Semarang, juara 1 gitapati terbaik, juara 2 Manado Beatbox Battle, serta Duta Pemuda Indonesia 2017.

Gadis kelahiran 12 Desember 1998 ini sering menyanyi di gereja sejak kecil, pun dengan menari. Mengenal puisi sejak SD namun baru mendalami saat SMP dan belajar beat box saat SMA.

"Mengenal puisi sejak SD namun mendalami puisi dan mengarangnya saat SMP. Diarahkan oleh Bapak guru SMP saya yang berperan dalam proses saya menorehkan beberapa prestasi di bidang puisi," ujarnya Minggu (12/5/2019).

Ia pun mengenal beatbox dari saudara lelakinya. Ia tidak menyangka akan menguasai dasar beatbox. Setelah tahu teknik dasar, ia lalu belajar sound effect lain dari saudara lelakinya tersebut.

Namun dari semua kegiatannya di seni, Kezia lebih suka puisi. Ia senang berfantasi dan membuat dunianya lewat puisi. Kezia mengaku menjalani proses hidup yang berat.

"Dengan menulis puisi ia bisa menjadi tenang. Puisi menjadi suatu media terapi baginya untuk menjalani hidup yang keras," ujar Kezia Rantung.

Kegiatan yang paling berkesan baginya ketika bisa membawa nama Sulawesi Utara di kancah nasional. Semua kegiatan nasional mempunyai kesan masing-masing menurutnya." Karena bertemu dengan sahabat sebangsa bertukar serta mempelajari budaya dari masing-masing provinsi," ujar Kezia.

Sangat menakjubkan baginya. Ia pun berterima kasih kepada pemerintah yang sudah mewadahi minat bakat dari anak-anak nusantara.

"Tanpa kegiatan-kegiatan nasional seperti yang diprogramkan pemerintah, saya yang tidak mampu membeli tiket pesawat bisa berangkat dan punya pengalaman," ujar Kezia.

Ia pun punya mimpi terbesar yakni mengenalkan estetika puisi Bahasa Indonesia di kancah dunia. (fin)

Baca: Wanita 20 Tahun Diperkosa 10.800 Detik oleh 5 Pria di Depan Suaminya, Suaminya Hanya Bisa Buka Baju!

Baca: PSK Ditemukan Tewas Tanpa Busana, Leher, Kaki, dan Tangannya dalam Keadaan Terikat

Baca: Pesan Terakhir Kasir Indomaret Sebelum Tewas Dimutilasi Oknum TNI: Aku Kangen dengar Kamu Ngaji

Penulis: Finneke Wolajan
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved