Kasus Pencabulan

Menghilang Seminggu, Gadis Ini Mengaku Kerap Dicabuli Lelaki Birinisial G

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polsek Tenga langsung bergerak cepat saat mendapat laporan dugaan perbuatan cabul oleh pria berinisial G (18) terhadap gad

Menghilang Seminggu, Gadis Ini Mengaku Kerap Dicabuli Lelaki Birinisial G
Istimewa
Pelaku 

Laporan Wartawan Tribun Manado Andrew Alexander Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polsek Tenga langsung bergerak cepat saat mendapat laporan dugaan perbuatan cabul oleh pria berinisial G (18) terhadap gadis di bawah umur.

Kapolsek Tenga Iptu Ronald Mawuntu saat dikonfirmasi pada Senin siang (13/05/2019) mengungkapkan bahwa tersangka saat ini telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Polsek Tenga.

G warga Desa Sapa Induk Kecamatan Tenga sedangkan gadis yang di bawah lari merupakan warga Desa Sapa Barat, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minsel.

Baca: Sambutan Dandim Pada Festival Ramadan di Masjid Al-Hijrah

Baca: Respon BPN Soal Video Ancam Penggal Kepala Presiden: Bisa Ditelusuri Serius atau Bercanda

Baca: Wapres Sebut Penyebab Petugas KPPS Meninggal karena Terus Menerus Bekerja

Kapolsek Ronald Mawuntu menjelaskan bahwa kejadian ini berawal dari laporan orang tua korban bahwa anak mereka umur 16 tahun sudah seminggu menghilang dari rumah.

“Keluarga yang sudah berusaha mencari tapi hasilnya nihil dan akhirnya keluarga melaporkan ke polisi. Kami menemukan korban di rumah salah satu warga di Desa Sapa,” ujar Kapolsek Ronald Mawuntu.

Baca: TNI AD Koramil 1302-07/Tombariri Laksanakan Kegiatan Karya Bakti

Baca: Jelang Melawan Persipura, Kapten Persib Bandung Sebut Laga Tersebut Sulit

Baca: Kedapatan Bawa Sajam, Sorongan Diangkut Polisi

Dari pengakuan bahwa selama seminggu ini dirinya bersama G dan sering dicabuli.

Kapolsek Ronald Mawuntu menegaskan atas perbuatannya, tersangka G akan dijerat Pasal 76E jo pasal 82 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Baca: Viral, Dosen Universitas Kristen Hentikan Kuliah saat Dengar Azan, Traktir Mahasiswa Berbuka Puasa

Baca: Oknum Co-Ass di RS Kandou Diduga Tertidur Saat Menjaga Pasien, Bayi Prematur Meninggal Dunia

Baca: Kata Pengamat Demokrat Koleksi Kader Kurang Loyal

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved