Presiden Soekarno

Kisah Presiden Soekarno di Akhir Jabatannya, Tak Diberi Makan: Kalau Tak Ada Roti, Saya Minta Pisang

Pada suatu pagi di Istana Merdeka, Soekarno minta sarapan roti bakar seperti biasanya. Langsung dijawab oleh pelayan, “Tidak ada roti.”

Kisah Presiden Soekarno di Akhir Jabatannya, Tak Diberi Makan: Kalau Tak Ada Roti, Saya Minta Pisang
Intisari/Surya
Soekarno - Kisah Pilu Soekarno di akhir Hidupnya 

Kondisi Soekarno pada 1967 yang secara de facto dimakzulkan sebagai presiden, berdampak pada kehidupan pribadi.

Soekarno yang menjadi tahanan rumah di Wisma Yoso menyarankan agar Yurike meminta cerai.

Saat ini Yurike Sanger kembali menjadi bahan perbincangan warganet (netizen) terkait isu Soekarno memberikan surat wasiat tentang warisan uang miliaran di Bank Swiss.

Soeharto dan Soekarno
Soeharto dan Soekarno (google/CendanaNews)

Namun, kabar tersebut dibantah oleh, Yurike Sanger.

Yurike Sanger bahkan mengaku Soekarno benar-benar tak punya uang.

Yurike Sanger bahkan menceritakan Soekarno sempat memintanya untuk meminjam uang ke teman, demi putrinya.

"Dek tolonglah sama temannya bolehkah dipinjamkan uang untuk saya Rp 2 juta," kata Yurike Sanger menirukan ucapan Soekarno.

Kala itu, Yurike Sanger langsung memenuhi permintaan Bung Karno.

Yurike Sanger pun akhirnya dipinjamkan uang oleh temannya.

"Zaman dulu Rp 2 juta itu besar. Teman saya bilang, 'enggak usah dikembalikan, biar saja'," cerita Yurike Sanger.

 Yurike Sanger menegaskan, perjuangan Soekarno semasa hidup hanya untuk kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia, bukan untuk harta.

"Di situlah bohong, kalau memang Soekarno punya harta karun di Swiss dan Manado banyak, bisa dilihat dari keluarganya lah," kata Yurike Sanger.

Istri Soekarno itu menilai isu tersebut hanya akal-akalan yang sengaja dikembangkan agar orang-orang percaya.

"Itulah istilah mafia, mereka mengira keluarga Soekarno kaya. Padahal, keluarga bapak itu semuanya sama aja seperti bapak," ujarnya.

Namun, Yurike Sanger tak memungkiri memang ada pihak yang memberikan kabar soal surat wasiat harta warisan Soekarno.

Salinan surat wasiat itu berisi harta warisan Soekarno untuk istrinya di Bank of Nederland.

Pada salinan surat wasiat itu disebutkan Soekarno meninggalkan uang untuk Yurike Sanger miliaran.

Fakta yang dialaminya itu awalnya disampaikan melaui sang anak.

Yurike Sanger pun berpikir dari mana mereka mendapatkan salinan surat wasiat Bung Karno itu.

Ia bahkan mempertanyakan ada di mana surat aslinya.

"Tidak make sense dong kalau punya kopi tapi tak tahu aslinya dari mana. Mana itu aslinya, mereka tidak bisa memperlihatkan," ujar Yurike Sanger.

Dari situlah Yurike Sanger curiga bahwa surat wasiat Bung Karno soal harta warisan miliaran itu bohong.

Jika isi surat wasiat Bung Karno soal harta warisan miliaran itu benar, Yurike Sanger berpikir Soekarno pasti sudah memberitahunya sebelum meninggal.

"Pasti sudah bilang ke saya dong, ini kok tidak, (malah) ke orang lain yang punya copy surat itu," ujarnya.

Yurike Sanger pun menegaskan, isu itu hanya penipuan semata untuk memerasnya.

Andai Yurike Sanger meladeni itu, ia merasa sudah diminta uang untuk mengurus surat wasiat Bung Karno itu.

Yurike Sanger mengaku, sebagai orang Manado yang kotanya disebut-sebut menyimpan harta karun Soekarno justru tak pernah mendengar kabar tersebut.

"Itu semua penipuan belaka untuk memeras. Bung Karno tidak punya uang sama sekali," kata Yurike Sanger.

Di Penjara Sukamiskin Bung Karno Tidur di Lantai Meksi Sudah Jadi Presiden 
Bung Karno yang kegiatan politiknya dianggap membahayakan Belanda dikirim ke penjara Sukamiskin, Bandung, untuk menjalani hukuman sekitar dua tahun, pada 1930-an.

Karena kata-katanya bisa mempengaruhi orang untuk memiliki semangat merdeka, Bung Karno ditempatkan tersendiri di ruang isolasi yang sangat sempit dan tanpa toilet.

Tempat tidurnya pun hanya berupa dipan kayu yang keras dan tipis tanpa ruang ventilasi, kecuali jeruji pintu penjara yang terbuat dari baja.

Toilet yang ada hanya berupa kaleng dikasih tutup yang harus dibersihkan sendiri setiap pagi ketika sudah usai digunakan.

Tapi karena Bung Karno dikhawatirkan masih bisa berhubungan dengan para tahanan politik lainnya, ia kemudian dipekerjakan di percetakan yang berlokasi di dalam penjara dekat ruang direktur dengan penjagaan sangat ketat.

Di penjara Sukamiskin yang merupakan tempat tahanan para koruptor dan kasus penggelapan itu, Bung Karno ditahan bersama 900 orang tahanan lainnya dan semuanya diperlakukan seperti hewan ternak.

Jika tiba waktu makan, mereka masuk ke ruang kecil berisi 25 meja kayu yang muat untuk 10 orang.

Bila terdengar suara gong, tahanan yang sedang mendapat jatah makan masuk ke ruang makan sambil membawa piring, sendok, dan cangkir yang terbuat dari alumunium.

Waktu untuk makan hanya enam menit karena setelah itu, giliran tahanan lain yang juga sedang mendapat jatah makan keburu masuk.

Karena terbiasa makan cepat itu maka dalam kehidupan berikutnya setelah keluar dari penjara, Bung Karno tetap terbiasa makan cepat.

Bahkan ketika sudah jadi Presiden RI pun dan sedang mengadakan jamuan makan bersama para tamu negara, Bung Karno tetap makan secara kilat.

Akibatnya para tamu negara belum menyantap makanannya sampai separuh, Bung Karno sudah menyelesaikan makannya.

Di Istana Negara yang telah disediakan tempat tidur berkasur empuk dan nyaman, akibat kebiasaan tidur di papan kayu saat di penjara Sukamiskin, Bung Karno ternyata  juga lebih suka tidur di atas lantai.

Pasalnya Bung Karno yang telah mengalami ‘kenikmatan’ tidur di atas papan kayu saat dipenjara di Sukamiskin, justru merasa sulit tidur ketika berbaring di atas kasur yang empuk.

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul MEMILUKAN! Presiden Soekarno Sempat Pinjam Uang di Akhir Jabatan Sampai Kelaparan di Istana Negara,

Tonton:

Follow Instagram Tribun Manado:

Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved