Ramadan Berkah

Ngabuburit, Masyarakat Zikir Tasbih Raksasa Sepanjang 38 Meter dan Berusia 400 Tahun

Tasbih raksasa itu bukan sekadar pajangan. Masyarakat menggunakannya untuk berzikir.

Ngabuburit, Masyarakat Zikir Tasbih Raksasa Sepanjang 38 Meter dan Berusia 400 Tahun
kompas.com
Tasbih Raksasa Sepanjang 38 Meter Jadi Teman Ngabuburit Jamah Mesjid di Polman Sambil Tunggu Waktu Buka Uasa 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Panjang tasbih yang diperkirakan sudah berusia 400 tahun tersebut 38 meter!

Tasbih itu bukan sekadar pajangan bagi masyarakat di Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar Polman, Sulawesi Barat.

Jemaah di Masjid Nurul Hidayah Binuang menggunakannya untuk berzikir, apalagi saat Ramadan seperti saat ini. 

Jemaah khusyuk melantunkan dzikir dan doa setelah salat Ashar berjamaah hingga menjelang buka puasa dengan menggunakan tasbih raksasa.

Tasbih tersebut merupakan peninggalan ulama tokoh penyebar agama Islam di tanah Mandar pada sekitar abad 16.

Tasbih tersebut disimpan Muslimin warga Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Baca: Jumlah Rakaat Tarawih Kerap Jadi Perdebatan, Berapa Sebenarnya?

Baca: Waktu Tidur Terbaik di Bulan Ramadan

Baca: 7 Istilah Populer di Bulan Ramadan, Takjil Kerap Disalahartikan

Ia mengatakan tasbih tersebut terdiri dari 3.300 butir dan terbuat dari buah Manjakani.

Buah itu dibawa nenek moyangnya yaitu Syekh Abdul Kadir atau dikenal dengan nama Haji Mallawi dari Arab.

Syekh Abdul Kadir dikenal sebagai ulama yang pertama kali menyebarkan agama islam di wilayah Kerajaan Binuang.

Halaman
12
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved