Berita Manado

Pengamat dan Akademisi: Pemerintah Harus Awasi Persaingan Tarif Ojol yang Kian Tak Sehat

Aksi perang tarif ojek online (ojol), menyusul terbitnya Kemenhub 348/2019, masih terjadi dan kian tak sehat.

Pengamat dan Akademisi: Pemerintah Harus Awasi Persaingan Tarif Ojol yang Kian Tak Sehat
Istimewa
Ilustrasi ojek online. 

Pengamat dan Akademisi: Pemerintah Harus Awasi Persaingan Tarif Ojol yang Kian Tak Sehat

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Aksi perang tarif ojek online (ojol), menyusul terbitnya Kemenhub 348/2019, masih terjadi dan kian tak sehat.

Dampaknya, melahirkan harga layanan transportasi berbasis aplikasi menjadi tidak masuk akal atau sangat murah.

Katanya, pemerintah harus turun tangan mengatur persaingan bisnis ride hailing.

Harga dapat diatur oleh pemerintah dengan cara menerapkan harga yang wajar menghitung biaya produksi dan lainnya secara rinci.

"Kemudian pemerintah harus mampu mengawasi persaingan usaha mereka di lapangan,” kata Syamsuri Rahim, Wakil Dekan Universitas Muslim Indonesia Makassar, Sabtu (11/05/2019).

Menurut dia, monopoli pasar tidak akan terjadi jika fungsi pemerintah sebagai regulator mampu mengatur kebijakan persaingan usaha di lapangan.

Dengan peran pemerintah, pada akhirnya akan melahirkan kondisi pasar yang kompetitif dan lebih baik.

Di sisi lain, Lambang Basri Sair, pengamat transportasi Universitas Muslim Indonesia menambahkan, ada dampak yang harus dipertimbangkan pemerintah terutama terkait dengan jumlah armada layanan online yang tidak dibatasi.

“Nanti [jumlah kendaraan akan membengkak mengisi ruang jalan dalam keadaan kosong. Perlu ada kajian mendalam untuk rasionalisasi yang melahirkan regulasi pembatasan,” kata dia.

Halaman
12
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved