Pemilu 2019

Dua Mantan Gubernur Gagal Masuk Parlemen Anggota DPR RI, Dikalahkan Anggota Keluarga Kalla & Amin

Dua mantan Kepala Daerah diisukan tidak akan ke Senayan setelah hasil Pemilu Pileg 2019. Siapa?

Dua Mantan Gubernur Gagal Masuk Parlemen Anggota DPR RI, Dikalahkan Anggota Keluarga Kalla & Amin
Tribunnews/JEPRIMA
Distribusi Kotak Suara Pemilu 2019 

Disingkirkan Menantu Ma'ruf Amin

Jika Syahrul Yasin Limpo disingkirkan besan Jusuf Kalla, maka Tenri Olle Yasin Limpo dan Indira Chunda Thita disingkirkan menantu Calon Wapres RI, Maruf Amin.

Tenri Olle Yasin Limpo dan Indira Chunda Thita bertarung melalui Dapil Sulsel I yang meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar.

Dari Dapil ini, ada 8 kursi diperebutkan para Caleg.

Pernikahan anak Maruf Amin
Pernikahan anak Maruf Amin (Ist/Tribunnews.com)

Kursi untuk Partai Nasdem dikabarkan telah diambil Rapsel Ali.

Rapsel Ali adalah saudara Bupati Selayar, Basli Ali.

Di Selayar, Tenri Olle Yasin Limpo mendapatkan 1.283 suara, Indira Chunda Thita 1.350 suara.

Sementara itu, Rapsel Ali mendapatkan suara 13.622 suara.

Tenri Olle Yasin Limpo dan Indira Chunda Thita gagal meraih suara melampaui Basli Ali, padahal mereka kerabat Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo.

Tenri Olle Yasin Limpo merupakan mantan calon Bupati Gowa periode tahun 2016 -2020, bibi dari Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo.

Sementara Indira Chunda Thita sepupu sekali dengan Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo.

Selain saudara kandung bupati, Rapsel Ali baru saja menjadi menantu Cawapres RI, Maruf Amin.

Pada Rabu, 9 Januari 2019, Rapsel Ali melangsungkan akad nikah dengan Siti Nur Azizah, putri Maruf Amin.

Akad nikah berlangsung di Hotel Royal Tulip Gunung Geulis, Bogor, Jawa Barat.

Baca: TERBARU pemilu2019.kpu.go.id Hasil Real Count KPU 2019,11 Mei Pukul 09.00 WIB, Data Masuk 76,67%

Baca: Inilah 3 Daerah yang Sudah 100% di Situng KPU, Siapa yang Unggul?

Baca: TERBARU Real Count KPU Pileg 2019 Jumat 10 Mei, Persaingan Ketat di Posisi Kedua, Demokrat Terkejar

Cara Penghitungan Kursi

Penghitungan suara untuk Pemilu 2019 hampir selesai.

Caleg untuk DPR RI mulai ketahuan siapa yang terpilih.

Lalu bagaimana menentukan seorang Caleg lolos di Pileg 2019?

Penentuan lolos tidaknya seorang Caleg menggunakan penghitungan yang cukup rumit.

Yang pertama tentunya partai tersebut mendapatkan berapa suara di daerah pemilihannya.

Lebih jelasnya sebagai berikut:

1. Ketahui dulu berapa alokasi di tiap daerah pemilihan.

2. Berapa jumlah suara sah yang didapatkan setiap parpol.

Suara sah ini berasal dari coblosan di logo parpol atau Calegnya langsung.

3. Jumlah suara sah setiap parpol kemudian dibagi dengan bilangan ganjil 1, 3, 5, 7, dan seterusnya sesuai jumlah alokasi kursi yang tersedia.

3. Hasil pembagian di atas kemudian diperingkatkan berdasarkan suara terbanyak untuk mengetahui perolehan kursi masing-masing partai.

4. Jumlah kursi yang didapat parpol tersebut diisi oleh Caleg dengan suara terbanyak secara berurutan.

Metode yang diterapkan untuk Pemilu 2019 disebut sebagai Sainte Lague, berbeda dari Pemilu 2014 yang menggunakan metode Kuota Hare atau Bilangan Pembagi Pemilih (BPP).

Sebelum menentukan Caleg mana yang akan mendapatkan kursi, perlu lebih dulu mengetahui parpol yang lolos parliamentary thresold atau memperoleh minimal 4 persen suara sah nasional.

Ada 16 partai politik nasional di Pileg 2019, parpol yang suaranya di bawah 4 persen, otomatis gagal masuk DPR RI.

Metode Sainte Lague atau Metode Webster adalah metode nilai rata-rata tertinggi yang digunakan untuk menentukan jumlah kursi yang telah dimenangkan dalam suatu pemilihan umum.

Metode Webster/Sainte-Laguë tidak menjamin bahwa partai yang telah memperoleh lebih dari 50 persen suara akan memenangkan paling tidak setengah kursi di parlemen.

Sebagai catatan, penghitungan didasarkan pada daerah pemilihan atau Dapil.

Penghitungan kursi untuk caleg menggunakan metode Sainte Lague.
Contoh di atas penjelasannya adalah sebagai berikut:

Partai A mendapat total suara 53 ribu, B 24 ribu dan Partai C 23 ribu dengan alokasi kursi yang tersedia 7.

Masing-masing perolehan suara itu lantas dibagi 1, 2, 3, dan seterusnya.

Namun, untuk Pemilu 2019 di Indonesia, pembaginya adalah bilangan ganjil yakni 1,3,5,7 dan seterusnya.

Ini sesuai dengan Pasal 415 ayat 2 dan 3 UU Pemilu:

Pasal 415

(2) Dalam hal penghitungan perolehan kursi DPR, suara sah setiap partai politik yang memenuhi ambang batas perolehan suara dibagi dengan bilangan pembagi 1 dan diikuti secara berurutan oleh bilangan ganjil 3, 5, 7, dan seterusnya.

(3) Dalam hal penghitungan perolehan kursi DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota, suara sah setiap partai politik dibagi dengan bilangan pembagi 1 dan diikuti secara berurutan oleh bilangan ganjil 3, 5, 7, dan seterusnya.

Setiap pembagian, hasil tertinggi dari suara yang dibagi itu akan mendapatkan satu suara.(*)

Baca: Keyakinan SBY Soal Ketegangan Politik Pasca Pemilu: Berdialog, Jangan Buat Hukum Hitam Putih

Baca: Prabowo Sebut Sebagai Kriminalisasi Ulama

Baca: Merasa Patut, Kubu 02: Jokowi Menyalahgunakan Kekuasaan, Ini Dugaan Pelanggarannya

Berita Terpopuler:

Baca: Pria Langowan Tewas Berendam di Kolam Air Panas, Begini Penjelasan Dokter

Baca: AJP-Hillary Caleg Champions DPR RI: Milenial ‘Kuasai’ Kursi Senayan

Baca: Bocah 3 Tahun yang Ditemukan Warga di Sungai, Sudah Meninggal Dunia

Baca: 3 Daerah Kalimantan Kandidat Kuat Calon Ibu Kota Baru RI yang Ditinjau Langsung Presiden Jokowi

Baca: Sosok Setan Gundul Penutur Data Klaim Kemenangan Prabowo-Sandi 62% di Pilpres

Baca: Inilah 5 Laporan yang Akan Diadukan BPN 02 ke Bawaslu, Jurus TSM Tunjukan Keaslian


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Dua Mantan Gubernur di Sulawesi Gagal Terpilih Jadi Anggota DPR, Menantu Ma'ruf Amin Lolos

Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved