Daerah

DLH Ambil 11 Titik Sampel Uji Kualitas Air di Boltim, Sjukri: Anggarkan Rp110 Juta Rupiah

Menurut Kepala Dinas DLH Boltim, Sjukri Tawil, tahun ini pengambilan sampel bukan hanya di sungai, namun di beberapa sumber air seperti danau dan sumu

DLH Ambil 11 Titik Sampel Uji Kualitas Air di Boltim, Sjukri: Anggarkan Rp110 Juta Rupiah
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Sebanyak 11 titik akan diambil sampel kualitas air oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boltim.

Menurut Kepala Dinas DLH Boltim, Sjukri Tawil, tahun ini pengambilan sampel bukan hanya di sungai, namun di beberapa sumber air seperti danau dan sumur.

"Tahun lalu anggaran hanya pengambilan sampel 3 sungai, namun sekarang ada 11 titik," ujar Sjukri Tawil, Kamis (9/5/2019).

Anggaran yang dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk satu titik untuk pengambilan sampel Rp10 juta, total ada Rp110 juta rupiah.

Daerah yang akan diambil sampel yakni Sungai Buyat, Kotabunan, Motongkad, Molobog, Nuangan dan Modayag, sedangkan danau Bunong dan Mooat. Di tambah sumur warga dan sumber air PDAM.

Pemantauan air mutu ini diatur dalam pasal 30 ayat (2) peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan kualitas air dan pengendalian perencanaan, bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan informasi mengenai status mutu air dan pengelolaan kualitas air serta pengendalian pencemaran air.

Lanjut dia, sekarang tim DLH mengambil kotak sampel ke Laboratorium WLN Manado.

Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran, Reza Pahlevi Ani mengatakan, pengambilan sampel dilakukan sebanyak 11 kali di tempat berbeda.

"Satu titik akan diambil 2-3 sampel air seperti di sungai pada hulu, tengah dan hilir," ujar Reza Pahlevi Ani.

Ia menambahkan, untuk pengambilan sampel di sungai akan bersifat rahasia, jadi tidak ada yang tahu. (Ven).

Penulis: Vendi Lera
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved