Luhut Bilang Pemilu Sudah Selesai, Jadi Tak Usah Bicara Curang-curang Lagi

Di hadapan kepala daerah seluruh Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengharapkan kepala daerah fokus kembali

Luhut Bilang Pemilu Sudah Selesai, Jadi Tak Usah Bicara Curang-curang Lagi
Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan didampingi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Di hadapan kepala daerah seluruh Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengharapkan kepala daerah fokus kembali menjalankan tugasnya membangun daerah usai Pemilu 2019.

Luhut Binsar Panjaitan yang berkesempatan memaparkan kinerja kementeriannya itu, meminta semua pihak menyudahi pembicaraan terkait Pemilu dan dugaan-dugaan kecurangan.

"Sekarang Pemilu sudah selesai. Kita lupakan deh. Kita lihat ke depan. Jadi enggak usah bicara curang-curang lagi deh. Sekarang kita bicara mau bagaimana republik ke depan. Kita bicara seperti ini? Kita berpacu dengan waktu," kata Luhut Binsar Panjaitan dalam kegiatan Musrenbang 2019 tingkat Nasional, di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019).

Luhut Binsar Panjaitan mengatakan kepala daerah kini harus berfokus membangun daerah, karena sejumlah pekerjaan rumah menanti yang mana memerlukan kordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Harapannya, Indonesia akan menjadi negara kuat dengan ekonomi terbesar keempat di dunia.

"Jadi saya titipkan kepada bapak-bapak dan ibu-ibu (pejabat dan kepala daerah). Jangan habiskan waktu untuk hal yang tidak jelas. Kita gunakan untuk bekerja. Saya titip itu saja, saya lihat bapak-bapak ini hebat," kata Luhut.

Minta Susi Sudahi 'Shock Therapy' 

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyudahi kebijakan menenggelamkan kapal asing yang masuk ke perairan Indonesia.

Hal itu disampaikan Luhut saat sesi tanya jawab dikegiatan Musrenbang Nasional 2019 yang diselenggarakan oleh Bappenas, di Shangrilla Hotel, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Menurut dia, kebijakan menenggelamkan kapal tersebut baik dan memang diperlukan sesekali untuk memberikan shock therapy pada pihak asing.

Namun, ia berharap ada kebijakan lain yang lebih baik.

Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved