Djarum Super Gagal ke 16 Besar Kejurnas Bridge China di Hangzhou

Timnas China tahun 2015 yang diunggulkan ditempat keempat ini menang dengan skor yang sangat tipis 92-95 imp.

Djarum Super Gagal ke 16 Besar Kejurnas Bridge China di Hangzhou
IST
Djarum Super Gagal ke 16 Besar Kejurnas Bridge China di Hangzhou 

Djarum Super Gagal ke 16 Besar Kejurnas Bridge China di Hangzhou

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Bert Toar Polii, Humas PB Gabsi mengatakan Djarum Super yang diperkuat Henky Lasut, Eddy Manoppo, Tanudjan Sugiarto, M Apin Nurhalim, Paulus Sugandi dan Bert Toar Polii sebagai Playing Captain harus mengakui keunggulan Beijing Jingnen yang diperkuat Kang Meng, Sun Shaolin, Li Xiaoyi mantan anggota Timnas China tahun 2015 pada babak 32 besar Kejurnas Bridge China.

Timnas China tahun 2015 yang diunggulkan ditempat keempat ini menang dengan skor yang sangat tipis 92-95 imp.

Baca: Ini Dia Calon Anggota Dewan Termuda di Manado, Maju Karena Nazar, Tumbangkan 3 Ketua Partai

Pada pertandingan babak knock-out yang memainkan 4 segmen ini, Tim Djarum Super unggul duluan pada segmen pertama 26-9 imp. Selanjutnya kalah 19-28 imp pada segmen 2 dan kemudian kalah lagi segmen 3 dengan 19-40 imp.

"Sayang sekali pada segmen 4 yang seharusnya menang banyak tapi beberapa blunder yang dilakukan pemain kita sehingga hanya menang 28-18 imp dan harus tersingkir dengan selisih 3 imp.

Pertandingan segmen terakhir sempat tertunda sekitar 20 menit karena tim Djarum Super melakukan protes atas informasi yang salah dari pasangan Beijing Jingnen pada salah satu papan di segmen 3 yang membuat pasangan kita tidak bisa bid slam," katanya.

"Awalnya pemimpin pertandingan telah memutuskan menerima protes kita dan memberikan hukuman kepada tim Beijing. Sayang sekali ketika lawan ptotes, pemimpin pertandingan merubah keputusannya dengan tanpa hukuman.

Baca: Siswi SD Bolsel Dicabuli Ayah Tiri & 2 Kakak Sampai Pingsan di Sekolah

Kami telah mengingatkan, kasus yang sama persis terjadi di Kejuaraan Internasional di Sanya bulan Oktober tahun lalu dan kami mendapat hukuman. Kebetulan pemimpin pertandingan orangnya sama. Tapi ia memberi penjelasan bahwa tim pemimpin pertandingan disini berbeda orangnya. Sayang sekali walaupun dengan sedikit menggerutu kami harus menerima keputusan ini.

Memang kami juga punya sedikit kelemahan karena baru protes sesudah pertandingan selesai karena kesalahan informasi baru diketahui setelah ngobrol selesai pertandingan.

Seharusnya minimal mereka di penalty karena miss informasi dan biasanya 3 imp. Dengan demikian pertandingan akan diperpanjang dengan tambahan papan.

Namun dengan kekalahan ini kami mendapat banyak hal yang perlu dibenahi menjelang 52th APBF Championship di Singapura bulan Juni nanti.

Penulis: David_Manewus
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved