Hukum

Ratusan Laporan, 159 Pelanggaran Pemilu Masuk Gakkumdu, Hina Peserta Pemilu hingga Politik Uang

Laporan ratusan pelanggaran yang masuk ranah Pemilu dari 600 perkara sehingga dilakukan mediasi oleh pihak Polri.

Ratusan Laporan, 159 Pelanggaran Pemilu Masuk Gakkumdu, Hina Peserta Pemilu hingga Politik Uang
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian 

TRIBUNMANADO.CO.ID - ‎Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyampaikan ada 600 laporan yang diterima terkait dugaan pelanggaran pemilu hingga 3 Mei 2019 kemarin.

Dari 600 laporan tersebut setelah ditelisik, ada 441 perkara yang tidak masuk dalam ranah‎ pidana pemilu sehingga diselesaikan diluar pidana atau melalui mediasi.

Sisanya sebanyak 159 dianggap masuk dalam ranah pidana pemilu serta dilakukan penyidikan lanjutan oleh Polri untuk diproses hukum.

"‎Dari 159 kasus, rincianya sebanyak 123 sudah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum. 23 perkara di SP3 atau dihentikan karena tidak memenuhi unsur atau kedaluwarsa," ungkap Tito, Selasa (7/5/2019) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

"Kita tahu di pidana pemilu ada hukum acara sendiri, prosesnya tiga minggu. Lewat dari itu sudah kedaluwarsa. Ada juga 13 perkara yang masih penyidikan," kata Tito lagi.

Baca: Kapolri: People Power Yang Sebenarnya Ya Pada 17 April Itu

Mantan Kepala Densus 88 Mabes Polri ini menjelaskan beragam kasus yang diproses di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yakni mulai dari ‎pemalsuan KTP, kampanye di luar jadwal, Money politic serta menghina peserta pemilu.

Selanjutnya ada pula soal kampanye menggunakan tempat ibadah, menggunakan fasilitas pemerintah, perusakan alat peraga, menghalangi kampanye, adu domba dan memberikan suara lebih dari satu kali.

Baca: Kapolri Tito Karnavian Sebut Aksi People Power Mengacaukan Pemerintah Ada Hadiah Ancaman Pidana

Baca: Indikasi Provokasi dan Opini Miring Beberapa Pihak dalam Pemilu, Panglima TNI: Serang KPU & Bawaslu

Tautan: http://www.tribunnews.com/nasional/2019/05/08/159-perkara-masuk-gakumdu-mulai-dari-money-politic-hingga-penghinaan-terhadap-peserta-pemilu.

Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved