Hukum

Indikasi Provokasi dan Opini Miring Beberapa Pihak dalam Pemilu, Panglima TNI: Serang KPU & Bawaslu

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan adanya indikasi provokasi dan pembentukan opini oleh pihak-pihak pro terhadap hasil Perhitungan KPU.

Indikasi Provokasi dan Opini Miring Beberapa Pihak dalam Pemilu, Panglima TNI: Serang KPU & Bawaslu
Tribunnews.com
Hadi Tjahjanto 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan, ada indikasi Provokasi dan pembentukan opini oleh pihak-pihak yang tidak menerima hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019.

Hal itu diungkapkan Hadi saat rapat kerja terkait evaluasi penyelenggaraan Pemilu 2019 dengan Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2019).

"Terdapat indikasi tidak menerima hasil penghitungan suara ke KPU dan provokasi serta upaya cipta opini melalui media sosial masih gencar," ujar Hadi.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, KSAD Jenderal Mulyono didampingi Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI T Abdul Hafil Fuddin, dan Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh, Kamis (19/4/2018). 
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, KSAD Jenderal Mulyono didampingi Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI T Abdul Hafil Fuddin, dan Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh, Kamis (19/4/2018).  (SERAMBI/M ANSHAR/M ANSHAR)

Selain itu, lanjut Hadi, ada tudingan kecurangan dalam pelaksanaan pemungutan suara, proses penghitungan hingga penetapan hasil pemilu.

Hadi memprediksi, jika situasi tersebut terus berlangsung, maka akan memunculkan aksi unjuk rasa bahkan penyerangan terhadap kantor-kantor penyelenggara pemilu.

"Akibat dari keberatan tersebut dapat terjadi aksi untuk melaksanakan unjuk rasa atau bahkan penyerangan terhadap kantor-kantor penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu, yang sudah kami prediksi," kata dia.

Terkait hal itu, Panglima TNI menegaskan, pihaknya akan melaksanakann deteksi dini cegah dini, temu cepat, dan lapor cepat setiap ada perkembangan situasi.

TNI bersama Polri juga melakukan patroli bersama di wilayah-wilayah yang dianggap memiliki tingkat kerawanan tinggi.

"Terhadap hal-hal yang menonjol yang terjadi di wilayah. TNI juga terus melakukan patroli bersama Polri dalam rangka cipta kondisi wilayah," kata Hadi.

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Mendagri Tjahjo Kumolo, Perwakilan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Kapolri Jenderal Pol. Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D., Perwakilan Jaksa Agung dan Perwakilan Kepala BIN mengikuti Rapat Kerja (Raker) Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam rangka evaluasi pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019, di Ruang Rapat GBHN Gedung Nusantara V DPD RI, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2019).
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Mendagri Tjahjo Kumolo, Perwakilan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Kapolri Jenderal Pol. Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D., Perwakilan Jaksa Agung dan Perwakilan Kepala BIN mengikuti Rapat Kerja (Raker) Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam rangka evaluasi pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019, di Ruang Rapat GBHN Gedung Nusantara V DPD RI, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2019). (TRIBUNNEWS.COM/Kolonel Sus Taibur Rahman)


Dalam rapat tersebut hadir Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Wakil Kepala BIN Teddy Lhaksmana, perwakilan Menko Polhukam dan perwakilan Jaksa Agung.

Tautan:  http://www.tribunnews.com/nasional/2019/05/08/panglima-tni-sebut-indikasi-pihak-tertentu-tak-terima-hasil-kpu-dan-berupaya-memprovokasi-di-medsos.

Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved