Calon DPD RI Asal Sulut Minta PSU di Bolmong, Ini Penyebabnya

Penyampaian hasil penghitungan suara dalam rapat pleno rekapitulasi DPD RI, di Kabupaten Bolaang Mongondow banjir interupsi

Calon DPD RI Asal Sulut Minta PSU di Bolmong, Ini Penyebabnya
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Calon DPD RI Irvan Basri yang prostes hasil pemilu DPD RI di Bolmong 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  Penyampaian hasil penghitungan suara dalam rapat pleno rekapitulasi dan penetapan tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk pemilihan DPD RI, di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) induk banjir interupsi, masukan dan lainnya.

Hal tersebut terjadi usai Komisi pemilihan umum ( KPU) Bolmong menyampaikan hasil pemilihan DPD RI di Bolmong, para saksi calon DPD dan sejumlah calon DPD melakukan protes, Selasa (7/5/2019) pukul 00.10 wita.

"Masalah DPD RI di Bolmong terstruktur sistimatis dan masif," kata Irvan Basri calon DPD RI nomor urut 28, Selasa tengah malam.‎

Dalam interupsinya memotong pelaksanaan penyampaian KPU Bolmong, Basri meminta proses pelaksanaan yang tengah dilakukan KPU Bolmong dihentikan dan membatalkan hasil pemilihan DPD RI di Kabupaten Bolmong.

"Kami minta pemungutan suara ulang (PSU) dengan pengawasan ketat, karena Bolmong tidak ada satupun pemantau pemilu kami tidak menerima hasil di 15 Kecamatan di Bolmong yang pelanggarannya sistimatis," urainya.

Dijelaskannya hulu dari proses penyelanggaraan pemilu DPD RI di Bolmong terstruktur, sistimatis dan masif adalah peraturan bupati Bolmong nomor 36 tahun 2018 tentang, Slogan Kabupaten Bolmong Cerdas, Hebat dan Maju (CHM).

Irvan menilai slogan Bolmong ini menjadi dasar landasan politik yang dipakai untuk permudah seorang calon DPD, mana ada hubungan jargon itu kalau tidak untuk kepentingan politik.

Hasil Tracking Irvan dan tim jargon atau slogan CHM itu sudah ada sejak dulu itu keliru, CHM itu merupakan nama calon Cherish Harriete Mokoagow (CHM) calon DPD RI nomor urut 21.

"Kami tidak bicara sembarangan, semua orang dipaksa untuk memperlihatkan lima jari tangan kanan berbentuk huruf C. Dan ini simbol C Cherish, yang juga dipakai dalam masa kampanye. Bagaimana mau pisahkan antara orang tua dan anak, memisahkan antara kampanye politik dan perbup tidak bisa dipisah ketika PNS di Bolmong menunjukan slagan C itu artinya C melaksanakan perbup dan mendukung Cherish," bebernya.

Sebagai peserta pemilu caleg DPD RI fair, seluruh menerima hasil penetapan KPU untuk DPD di 14 Kabupaten/Kota lain dan menolak Bolmong. Alasannya lainnya berdosa kalau menerima hasil pemilihan DPD RI di Bolmong, karena dirinya juga mengalami kondisi yang terjadi di Bolmong.

Halaman
12
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved