Tuding Cina Ingkari Kesepakatan, AS Akan Naikkan Tarif Barang

Pembicaraan perdagangan akan berlanjut dan delegasi Cina yang akan mengunjungi Washington pada Kamis dan Jumat ini.

Tuding Cina Ingkari Kesepakatan, AS Akan Naikkan Tarif Barang
afp
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping 

Yuan Tiongkok juga melanjutkan penurunannya.

Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan kemunduran Cina dari negosiasi perang dagang tersebut sudah kian jelas selama kunjungan mereka ke Beijing pekan lalu.

"Itu berubah selama akhir pekan ketika Tiongkok mengirimkan draf baru perjanjian yang isinya mereka menarik kembali pembicaraan mereka terhadap sejumlah masalah yang memiliki potensi mengubah kesepakatan dengan sangat dramatis," kata Mnuchin.

Padahal dalam pembicaraan tersebut, Mnuchin mengklaim sekitar 90% dari pakta permasalahan keduanya telah diselesaikan.

Tapi Cina kemudian dituding ingin membuka kembali masalah-masalah yang telah dinegosiasikan.

"Kami tidak mau kembali pada dokumen yang telah dinegosiasikan di masa lalu," katanya.

Kemajuan pembicaraan perdagangan AS-China menimbulkan  keraguan setelah pengumuman Trump yang mengejutkan melalui Twitter pada hari Minggu.

Ia berencana menaikkan tarif barang-barang China dengan nilai perdagangan US$ 200 miliar menjadi 25% dari 10% karena pembicaraan penyelesaian perang dagang yang terlalu lambat.

Trump juga mengatakan, kalau AS  dapat mengenakan bea terhadap perdagangan dengan Tiongkok senilai US$ 325 miliar yang saat ini tidak tercakup, sebuah langkah yang akan memukul hampir semua impor dari negara Asia. 

"Penting bagi kedua belah pihak untuk terus terlibat dalam hal ini. Ini adalah dua ekonomi terbesar di dunia dan mereka perlu mengatasi masalah perdagangan mereka."

Halaman
123
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved