Teroris Ditangkap di Bitung

Identitas 2 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Bitung: Ingin Gabung Mujahidin Indonesia Timur

Dua orang terduga teroris di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) ditangkap Densus 88 Antiteror. Penangkapan keduanya itu dilakukan awal Mei 2019 Densus 8

Identitas 2 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Bitung: Ingin Gabung Mujahidin Indonesia Timur
(Istimewa)
polisi-densus-88-teroris-bekasi (Istimewa) 

Dedi mengatakan yang bersangkutan sempat diberikan tembakan terukur lantaran melawan dan akan melempar bom saat akan ditangkap.

"Adapun pelaku terakhir adalah T yang ditangkap Densus. (T) Melakukan perlawanan dengan melempar bom, sehingga dilakukan (tindakan tegas) melumpuhkan yang bersangkutan. Yang bersangkutan tertembak dan bomnya meledak," kata Dedi.

Berniat manfaatkan unjuk rasa dan serang pos polisi

Kelompok terduga teroris yang ditangkap di Bekasi, Tegal, dan Bitung diketahui hendak memanfaatkan momentum unjuk rasa di Jakarta dalam melakukan aksi terornya.

"Ketika di Jakarta ini ada unjuk rasa dan mengarah pada tindakan anarkis, chaos, nah ini merupakan momentum bagi yang bersangkutan untuk melakukan serangan aksi bom bunuh diri atau melakukan aksi terorisme. Sehingga bisa menjadi pemantik bagi kelompok lainnya untuk melakukan hal yang sama," ujar Dedi, Senin (6/5/2019).

"Apabila ada kejadian semacam people power itu sebagai sarana bagi kelompok itu untuk langsung melaksanakan aksi terorismenya dan ini berbahaya," imbuhnya.

Selain itu, ia mengatakan kelompok pimpinan SL jugat akan melakukan penyerangan terhadap Pos Polisi di Jatiasih.

Bahkan, pihak teroris telah menggambar dan merencanakan aksinya.

Jenderal bintang satu tersebut menegaskan jika pemanfaatan momentum itu adalah untuk membuat suatu kegaduhan yang lebih luas secara masif. Dengan harapan, emosi masyarakat akan terpengaruh akibat serangan tersebut.

Karenanya, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan Densus 88 Antiteror dan Satgas Antiterorisme dan Radikalisme akan terus memonitor secara intensif pergerakan kelompok tersebut.

"Demikian juga kita juga mewaspadai sleeping-sleeping sel yang tidak terstruktur yang akan melakukan aksi-aksi terorisme," katanya.(Tribunmanado.co.id/Indri Fransiska panigoro)

Tonton dan subscribe channnel Tribun Manado: 

Follow Instagram Tribun Manado:

 

Penulis: Reporter Online
Editor: Indry Panigoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved