Hilangkan Barang Bukti, Mantan Plt Ketum PSSI Terancam Hukuman 7 Tahun

Joko Driyono, mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSIterjerat kasus perusakan dokumen yang diduga berkaitan dengan pengaturan skor.

Hilangkan Barang Bukti, Mantan Plt Ketum PSSI Terancam Hukuman 7 Tahun
kompas bola
Joko Driyono 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menjalani sidang perdana kasus perusakan barang bukti pengaturan skor.

Joko Driyono, mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSIterjerat kasus perusakan dokumen yang diduga berkaitan dengan pengaturan skor.

Kasus tersebut terungkap setelah Satgas Antimafia Bolamenggeledah kantor PSSI dan PT Liga pada Januari lalu.

Pada penggeledahan tersebut, Satgas Antimafia Bolamenemukan adanya dokumen yang dirusak dengan mesin penghancur kertas.

Setelah melalui proses penyidikan, Satgas Antimafia Bola kemudian menetapkan Joko Driyono yang saat itu menjabat sebagai Plt Ketua Umum PSSI sebagai tersangka.

Joko Driyono dinilai menjadi aktor intelektual di balik aksi perusakan dokumen tersebut.

Pada Senin (6/5/2019), Joko Driyono menjalani sidang pertama atas kasus yang menimpanya itu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Memakai kemeja batik, Joko Driyono mengikuti agenda persidangan yakni mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dari dakwaan tersebut diketahui bahwa Jokdri memerintahkan anak buahnya, Muhamad Mardani Mogot, untuk mengamankan semua dokumen yang ada di ruangan kerjanya.

"Terdakwa menyuruh saksi Muhamad Mardani Morgot untuk menghilangkan semua kertas-kertas selain buku bacaan atau majalah yang ada pada rak dan laci meja kerja terdakwa dan notebook yang ada diruangan kerja terdakwa,” kata Jaksa Penuntut Umum Sigit Hendardi dilansir BolaSport.com dari Tribunnews.

Halaman
123
Editor: Edi Sukasah
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved