Regional

Kisah Perempuan Korban Perdagangan Manusia, 'Dijual, Disetubuhi, Dipenjara'

Perdagangan manusia terbesar terungkap: 'Saya dijual ke Irak, diperkosa, dipenjara'.

Kisah Perempuan Korban Perdagangan Manusia, 'Dijual, Disetubuhi, Dipenjara'
IndoPROGRESS
Ilustrasi Human Traficking - Tulisan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perdagangan perempuan Nepal meningkat pesat setelah bencana gempa bumi tahun 2015, dan media sosial telah mempermudah pekerjaan para pelakunya, ungkap Vicky Spratt.

Suara tawa dan nyanyian bergema di sekitar gedung itu, bercampur dengan bunyi klakson lalu lintas di luar.

Dindingnya dibalut dengan syal sutra berwarna oranye cerah, pirus, dan merah muda yang semuanya dibuat sebagai bentuk terapi oleh para penyintas yang tinggal di sini.

Dalam hal ini, perdagangan manusia terbesar terungkap: 'Saya dijual ke Irak diperkosa dipenjara'

Kisah korban perdagangan manusia lolos dari Korea Utara, lalu jadi pelaku

Ditawari jadi pekerja seks oleh orang asing di kereta, modus baru perdagangan manusia?

Baca: Serangan Udara Israel Hancurkan Kota Gaza, 3 Gerilyawan Dilaporkan Tewas

Ini adalah rumah persembunyian di Kathmandu untuk para perempuan yang diperdagangkan ke pelacuran, dan sekarang mendapatkan bimbingan ketika berusaha untuk kembali ke kehidupan normal mereka.

Perdagangan Manusia
Perdagangan Manusia (Getty Images)

Saya di sini untuk menemui Chandani, yang berusia 35 tahun.

Lebih dari setahun yang lalu orang asing menambahkannya sebagai teman di Facebook, ia menerimanya; dan si orang asing segera masuk ke kotak DM-nya (Direct Message) dan mereka mulai bertukar pesan secara pribadi dan langsung di dunia maya.

Orang asing itu ternyata adalah agen bagi para pedagang manusia.

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved