Ini Respons BPN, Saat Laporan Kecurangannya Disebut Tanpa Bukti dan hanya Delegitimasi KPU

Jokowi-Ma'ruf Amin, Bahlil Lahadalia terlibat perdebatan dengan Politisi Partai Gerindra Supratman Andi Agtas.

Ini Respons BPN, Saat Laporan Kecurangannya Disebut Tanpa Bukti dan hanya Delegitimasi KPU
Warta Kota
Jokowi dan Prabowo Bersalaman 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo ( Jokowi)-Ma'ruf Amin, Bahlil Lahadalia terlibat perdebatan dengan Politisi Partai Gerindra Supratman Andi Agtas.

Diberitakan TribunWow.com dari program Mencari Pemimpin KompasTV, Minggu (5/5/2019), keduanya berdebat soal tema 'Ribut Pemilu Curang'.

Dalam perdebatan mereka, Bahlil mempertanyakan soal klaim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang menyebutkan bahwa terjadi ribuan kecurangan selama proses pemilu 2019.

Ia lantas menyinggung soal saksi-saksi yang dimiliki masing-masing kubu.

"Kita harus mengerti dulu, proses pemungutan suara itu kan semua saksi-saksi ada," kata Bahlil.

"Kalau yang dari pihak sana (kubu 02) kan ada 4 partai. Kemudian ada saksi calon presidennya. Dari tingkat TPS itu semua kan ada," sambung dia.

Bahlil lantas menyebutkan, saksi hanya perlu mampu membuktikan apakah benar ada kecurangan atau tidak.

Pasalnya, menurut Bahlil, BPN hanya seolah-oleh melakukan delegitimasi terhadap KPU.

"Tinggal seberasa besar kemampuan saksi itu membuktikan kecurangan. Nah yang tejadi adalah hanya memainkan opini seolah-olah melakukan deligitimasi terhadap institusi KPU. Ini yang nggak benar," kata Bahlil.

Tak terima, Supratman langsung melancarkan protesnya.

Halaman
12
document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved