News

HEBOH! Sulawesi Selatan Diserang Penyakit Misterius, Sudah Ada yang Meninggal

Saat ini, jumlah warga terserang penyakit ini berjumlah 70 orang. Dinkes Jeneponto hingga kini belum bisa memastikan penyakit tersebut.

HEBOH! Sulawesi Selatan Diserang Penyakit Misterius, Sudah Ada yang Meninggal
Banjarmasin Post
Ilustrasi Pasien Terserang Penyakit Misterius 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penyakit misterius tengah menyerang warga Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan.

Penyakit yang ditandai dengan demam tinggi ini telah menyebabkan tiga orang  warga yang terserang meninggal dunia.

Saat ini, jumlah warga terserang penyakit ini berjumlah 70 orang. Dinkes Jeneponto hingga kini belum bisa memastikan penyakit tersebut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dr dr Bachtiar Baso mengatakan, serangan penyakit misterius di kabupaten Jeneponto kembali bertambah. Dari 60 orang, kini bertambah menjadi 70 orang.

"Informasi yang kami terima pasien kembali bertambah di Jeneponto. Meski begitu Tim Gerak Cepat (Tim Medis) telah siaga di Puskesmas dan RS yang ada di Jeneponto dan Takalar," ujar dr Bachtiar, Minggu (5/5/2019).

 Penyakit ini disebut misterius, karena adanya korban meninggal dunia setelah mengalami demam tinggi namun tidak diketahui apa penyebabnya.

Menurut dr Bachtiar, uji lab yang dilakukan sesuai dengan ciri-ciri penyakit yang dialami pasien seperti uji lab demam berdarah, typoid, dan malaria, hasilnya justru negatif.

"Tim dokter merasa awalnya ini typoid dan penyakit sejenisnya, tapi setelah dicek malah negatif," katanya.

Baca: Inilah 35 Nama Caleg Terpilih untuk DPRD Minahasa, PDIP Rebut 17 Kursi

Baca: Dicairkan 24 Mei 2019, Berikut Besaran THR untuk PNS & Pensiunan

Baca: Kisah Perempuan Korban Perdagangan Manusia, Dijual, Disetubuhi, Dipenjara

Awalnya pasien ini dicurigai menderita penyakit typoid karena mengalami demam yang sangat tinggi, sehingga tim dokter melakukan penanganan sesuai dengan ciri-ciri penyakitnya.

Karena tiga penyakit mematikan dengan tanda-tanda demam ini belum diketahui sebabnya, pihak Dinkes pun mengambil alih untuk melakukan uji lab virus Laptospirosis (kencing tikus).

Halaman
12
Editor: Yulius Moningka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved