Politik

Tanggapan Amien Rais Terkait Isu PAN Banting Stir Gabung Koalisi Indonesia Kerja: Omong Kosong

Amien Rais menyatakan isu PAN berbelok masuk Koalisi Jokowi adalah omoong kosong.

Editor: Frandi Piring
Amien Rais 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menegaskan isu partainya merapat ke kubu pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Maruf, adalah omong kosong.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam sebuah acara pembacaan pernyataan sikap terkait IT KPU yang bertajuk 'Diduga Terlibat Manipulasi Suara Rakyat: KPU Tidak Layak Dipercaya', yang digelar di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5/2019).

"Itu omong kosong sama sekali, saya jamin (isu itu) omong kosong, tidak mungkin (PAN merapat)," tegas Amien Rais.

DPP PAN pun akan membahas sanksi terkait kader yang tak sejalan dengan mekanisme partai.

Diketahui, sederet kader PAN seperti Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan dan Bima Arya serta mantan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir, mendukung capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin.

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amien Rais memberikan sambutan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (14/5/2014). PAN menggelar Rakernas guna menetapkan arah koalisi partai pasca-pemilu legislatif April lalu, dan untuk menghadapi pemilihan presiden Juli mendatang.
Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amien Rais memberikan sambutan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (14/5/2014). PAN menggelar Rakernas guna menetapkan arah koalisi partai pasca-pemilu legislatif April lalu, dan untuk menghadapi pemilihan presiden Juli mendatang. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Baca: TERBARU pemilu2019.kpu.go.id Real Count KPU Pilpres 2019, Minggu (5/5) Pukul 04.00 WIB

Padahal, PAN secara tegas mendukung capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

"Ya kita lakukan pembahasan juga, dan saya kira nanti akan ada evaluasi," kata Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno di Jalan Daksa 1, Selong, Jakarta Selatan, Sabtu (4/5/2019).

Meski begitu, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi ini tak merinci sanksi apa yang akan diberikan kepada kadernya itu.

Namun, ia menyebut, pembahasan sanksi dan mekanismenya akan dibahas secara internal oleh PAN.

"Saya tidak akan menyampaikan itu terlebih dahulu, sampai kita membahas dan memutuskannya secara internal. Tapi itu ada dan dibahas, bagaimana bentuknya, apakah nanti ada sanksi, sanksi berupa peringatan, sampai yang berat," beber Eddy Soeparno.

"Nanti kita bicarakan di internal, biarkan itu menjadi domainnya PAN membahas internal, dan pada saatnya kita akan sampaikan," tambahnya.

Sebelumnya, isu PAN merapat ke kubu Jokowi-Maruf Amin berembus karena adanya pertemuan antara Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Presiden Jokowi di Istana Presiden, beberapa waktu lalu.

Pertemuan itu pun langsung memunculkan spekulasi merapatnya PAN ke kubu petahana.

Bahkan, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin Abdul Kadir Karding berani mempertanggungjawabkan ucapannya soal PAN minta 'jatah' kursi MPR ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved